Naik Kereta Api tut…tut…tut…

Liburan besok aku diajak Pamanku jalan-jalan. Pamanku bernama paman Anton. Ia baru saja datang dari Jogja. Kata ibuku, dia dahulu bersekolah di Teknik Sipil!!!. Apa ya Teknik Sipil itu???? Setahuku sipil itu artinya mudah sekali dalam Bahasa Jawa. Tetapi kemarin, aku melihat pamanku mencoret-coret kertas besar dengan penggaris besar, wahh pasti susah sekolahnya. Keren ya pamanku.

Emmm… besok jalan-jalan, senangnyaJ. Tapi,,,aku belum tahu ke mana kami akan pergi. Enaknya kalau aku tahu ke mana akan pergi, jadi aku bisa membayangkan asyiknya perjalanan besok!!. Ah, sebaiknya aku tanyakan saja langsung ke Paman Anton. Kalau begitu aku ke kamar Paman Anton dulu ah.

Setelah keluar dari kamar Paman Anton…

Ya…paman tidak mau memberitahuku. Kira-kira apa yang akan terjadi  besok pagi? kami mau ke mana? akankah besok menjadi jalan-jalan yang menyenangkan??? Tak apalah yang penting besok pagi aku akan jalan-jalan. Aku harus tidur sekarang. Paman tadi pesan kepadaku agar besok bangun pagi dan kami harus berangkat sehabis sholat shubuh di masjid.

Keesokan paginya, selepas sholat shubuh dan siap berangkat.

Pagi yang cerah dan paman telah menungguku di teras depan. Paman tersenyum padaku dan berjalanlah kami berdua menyusuri gang menuju pemberhentian bis. Lumayan panjang sih gangnya, capek. Di dekat rumah ada pangkalan ojek yang biasa digunakan penduduk kampung menuju jalan besar. Biasanya aku ke sekolah juga naik ojek. Bapak-bapak ojek di sini sangat rajin jam 5 pagi sudah siap di pangkalan menunggu penumpang. Enaknya naik  ojek ke halte depan, tapi kata paman  jalan kaki saja lebih hemat, lebih sehat, dan tidak menimbulkan polusi. Okelah paman aku akan menurut. Tapi tunggu, polusi???? Di buku IPA- ku polusi itu artinya apa ya??? Aduh ingatanku,,,, ya polusi itukan pencemaran. Naik ojek mengeluarkan asap kendaraan, baunya tidak enak dan bikin sesak napas.

Sesampai di ujung gang kami harus menyebrangi jalan. Seperti  biasa, tengok kanan kiri dan gunakan zebra cross!!! Wuih sepi banget jalanya, kaya jadi raja jalanan, aku bisa main bola di sini pikirku. Pagi-pagi begini belum banyak kendaraan berlalu lalang. Senangnya, tapi kenapa aku harus tetap menyebrang di zebra cross??? “Uh paman, jalan menuju zebra cross kan lima langkah dari ujung gang, sepi gini kenapa harus…..” kataku sebelum diputus oleh pamanku. ”Kamu harus mematuhi peraturan kapan dan di manapun, melanggar peraturan itu seperti mencuri buah rambutan tetangga, tidak enakkan rasanya??”, kata Paman Anton tiba-tiba. Terbengong-bengong aku mendengarnya, “Tapi… oke deh paman, aku setuju dengan paman”.

Turun dari bis.

Di mana nih…kok bangunannya tua banget. Ada palang sepur dan ……..STASIUN BALAPAN SOLO. Ooo  paman mengajakku jalan-jalan naik kereta api!!! Naik kereta api tut…tut…. Senangnya… aku bisa crita ke teman-temanku nanti. Pasti menyenangkan.

Masuk di gedung stasiun aku melihat kaca-kaca besar. Di atas kaca-kaca besar itu ada nama-nama “LOKET 1 KA SENJA UTAMA, LOKET II PRAMEKS (Jogja-Solo) dll”  Di dalam kaca itu ada bapak-bapak dan ibu-ibu petugas yang melayani antrian. Sekarang aku sudah ada di antrian loket KA PRAMEKS. Prameks tujuan Jogja. Hah!!!, paman membeli 2 tiket tujuan jogja, satu untukku dan satu untuknya. Aku melihat harga tiketnya masing-masing Rp7.000,00. Yes!! aku jalan-jalan naik kereta ke Jogja. Aduh pamanku baik sekali. Aku senang sekali, untuk pertama kalinya aku naik kereta. Hatiku berdebar saking senangnya J.

Saat paman mau masuk ke peron, eh peron apaan ya??? Kata pamanku tempat naik kereta namanya peron.  Dia menyerahkan tiket kepada petugas. Karena aku jalan di belakangnya, aku juga menyerahkan tiketku pada petugas itu. Ada coretan pulpen di tiket itu. “ Petugas itu melakukan pemeriksaan tiket awal, nanti di atas kereta akan diperiksa lagi tiket kita. Kamu tahu tidak nama pemimpin perjalanan kereta api??”, tanya paman. “Kondektur”, jawabku bersemangat. Jawaban yang memuaskan kata paman.

Paman melihat sekeliling peron dan mengajakku duduk sebentar,  menunggu kereta di bangku peron. Di sana ada banyak jalur kereta api. Ada jalur 1, 2, 3, sampai 5 dan di seberang bangunan ada peron 6. Eh ada satu gerbong melintas. “ Itu bukan gerbong, itu lokomotif, lokomotif itu hendak langsir.”, kata paman. Aku  tadi melihat gerbong itu, eh bukan lokomotif itu  ada di jalur 5, sekarang sudah ada di jalur 4. Mungkin langsir artinya pindah jalur. Tapi lokomotif itu apaan?? Di jalur 4 ada gerbong berjejer-jejer tapi kok ada yang kurang, emmm ternyata lokomotif tadi nyambung di depan gerbong dan jadi kepala kereta. Jadi lokomotif itu kepala kereta.

Kereta Prambanan Ekspress akan segera tiba di jalur 3, untuk para penumpang Prameks diharapkan segera menyiapkan diri di jalur 3”. Ada suara pengumuman kedatangan kereta api, dan itu prameks!!! Keretaku J. Serta merta aku mengikuti pamanku menuju jalur 3. Tettt….tetttt, bunyi klakson kereta Prameks. Lho kok teett…teeet bunyi klakson. Keretanya tidak mengeluarkan asap. Ah entahlah, akhirnya kereta berhenti dan kami bersiap naik. Keretanya warna kuning dan bangkunya ada di pinggir jendela, jadi kami bisa melihat wajah seluruh penumpang di bangku depan kami. Hmm tepat pukul 5.45 WIB kereta berangkat.  Kereta Prambanan Ekspress tujuan Klaten, Lempuyangan, Jogjakarta, siap diberangkatkan”.

Pemandangan yang indah, sawah, gunung, jalan, hmmm… asyik sekali naik kereta. Ceklik-ceklik, suara apa itu??? Ada bapak berseragam yang meminta tiket kami. Aku tahu!!! itu Bapak kondektur, dia pasti hendak memeriksa tiket kami. Tidak sabar aku menanti dia menghampiri tempat kami duduk. Tiket sudah aku siapkan di tanganku. Pak kondektur menghampiri pamanku dan tiketnya dilobangi. Nah sekarang giliranku, tiketku dilobangi juga,,,inilah pemeriksaan tiket kereta api. Kalau aku lupa membeli tiket aku akan didenda 5 kali harga tiket. Begitu bunyi papan peringatan besar di stasiun tadi yang aku baca. Wahhh… bisa habis uang sakuku 3 bulan. Hari ini aku belajar satu hal penting, setiap pergi naik kereta jangan lupa membeli tiket di stasiun!!!.

Stasiun demi stasiun telah kulalui, sampailah aku di stasiun Tugu Yogyakarta. Karena masih terlalu pagi, Paman mengajakku sarapan soto di depan stasiun sambil menunggu toko-toko di malioboro buka. Emmm…perjalanan yang menyenangkan, naik kereta api tut..tut..eh, tadi kan tet..tet…kata paman kereta Prameks bukan kereta api tapi kereta diesel dan coba perhatikan tulisan besar di gerbongnya pasti ada kode KD artinya kereta diesel.

Terima kasih Paman Anton J.

 

 

Zulaikha Budi Astuti

Penulis tinggal di Yogyakarta dan Solo.

 

Tulisan ini dibuat sebagai usaha untuk memperbaiki persoalan transportasi di Indonesia dengan menanamkan pendidikan etika dan moral pada diri anak-anak.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s