Wanita adalah Fitnah dunia, wanita adalah racun dunia

.

Dlam perkembangan menuju abad 21 ini, ada prespektif yang cukup menarik yakni kesetaraan Gender yang diwujudkan dengan tingginya wanita karier. Yang disebut wanita karier merupakan wanita dengan pendidikan tinggi yang bekerja secara intensif di kantor-kantor baik sebagai bawahan maupun membawahi banyak bawahan. Mereka adalah produk pendidikan dengan visi emansipasi wanita dan kesetaraan mendapatkan pendidikan dengan laki-laki. Nmaun ada satu hal yang kemudian dikorbankan, yaitu pendidikan kewanitaan seperti menjahit memasak dll, karena pada masa itu anak perempuan selalu memiliki prioritas untuk belajar dan belajsar terus.

Produk pendidikan ini di masa depan akan terpecah menajdi 2 golongan, golongan pertama adalah golongan yang terus meniti karier dan menuju puncak, dan golongan kedua adalah golongan yang kemudian berbelok arah menjadi ibu rumah tangga murni.

Wanita kerier dengan segala pekerjaan dan perjuanganna hingga mendapat apa yang mereka citakan dari awal oleh masyarakat dianggap sebagai seserang yang berhasil, namun di sisi lain tentu ada yang dikorbankan, keluarag misalnya, anak dan lain sebagainya. Namun dengan segala pengertian dari orang terdekat, cita-cita dan apresiasi mereka dapat terwujud dengan jelas.

Di sisi lain ada pula kelompok wanita yang harus bekerja secara kasar, artinya himpitan ekonomi mengharuskan mereka bekerja menjadi buruh, TKI dan lain sebagainya yang sering dianggap sebagai pekerjaan kasar kelas tiga. Mereka selalu mejadi objek yang harus  dibantu padahal boleh jadi mereka merupakan penyumbang kemakmuran tertinggi (karena jumlahnya banyak), namun kelompok wanita ini dianggap sebagai seseorang yang tidak berhasil dan tidak menyumbang apa-apa bagi pembangunan.

Kelompok ketiga adalah kelompok wanita dengan pendidikan tinggi namun mengambil jalur untuk tidak bekerja. Wanita ini biasa disebut dengan ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga sendiri merupakan posisi peling terhormat bagi seorang wanita, karena wanita diberikan kemudahan dan keleluasaan sepenuh-penuhnya oleh suaminya untuk mengurus segala keperluan hidupnya dan anaknya. Ibu-ibu rumah tangga ini yang nantinya akan mencetak generasi unggul yang penuh limpahan kasih saying dari ibunya. Namun kelompok inipun sering mendapat pandangan sebelah mata dari masayarakat. Di sisi lain ilmu yang telah didapat di bangku sekolah menjadi hanya sekian persen yang dimanfaatkan. KOndisi ini yang kemudian menimbulkan perasaan sayang.

Padahal wanita merupakan potensi besar yang patut diperhitungkan terutama dalam ranah dunai informal. Namun sayangnya pesta selalu bubar di belakang, hingar binger kekacauan ada di depan. Rencana baik bias saja gagal di masa depan.

Seorang yang teredukasi dengan baik, entah dia laki-laki atau perempuan berarti telah melakukan investasi untuk masa depannya. Seharusnya investasi yang dilakukan harus dapat balik modal di tahun mendatang. Wanita sebagai sosok yang tangguh dengan kapasitas ibu rumah tangga harus mendapatkan dorongan untuk memiliki visi berkarya. Visi ini cukup penting mengingat kndisi kemakmuran di negri ini belum stabil, langkah-langkah yang harus diambil memang sebaiknnya dilakukan dari dulu, namun penyesalan tidak akan ada gunanya.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s