PENGAMAT GUNUNG

 

Gunung yang hanya aku dengar di TV, karena menjadi nama belakang Dorce, hari itu menyambutku dengan amat indah. Sore di Ternate, 15 Agustus 2008. Gunung di kanan, Laut di kiri, itulah kesan pertama akan Kota Ternate. Kota yang cukup ramai, yang membuatku berdecak kagum pertama kali adalah bandara Sultan Babullah yang ada di depan gunung dengan lokasi landasan di bawah bukit, sedangkan terminal ada di atas, sehingga penumpang akan diangkut menggunakan shuttle bus,yang menjadi semakin menghenyakan adalah cerita muntahan gunung Gamalama yang sempat menutup bandara beberapa bulan.

Gunung Gamalama memang sangat mempesona, namun di balik keterpesonaanku sepanjang sore itu, berita buruk pun tersiar, WASPADA!! Itulah status Gunung Gamalama saat ini. Itu  berarti peningkatan aktivitas sehingga para pendaki hanya boleh memasuki 2 km sebelum kawah dan gempa-gempa kecil akan semakin terasa…Aduh..jauh-jauh ke Ternate kok dapat Gunung Aktif, Gunung Gamalama.

Setelah perjalanan panjang dari Bacan beberapa hari kemudian, ketua timku memutuskan untuk beristirahat di pos pengamatan Gunung Api Gamalama, yang terletak di Besa Marikurubu (namanya mirip Monokurobo)..

 

Gambar 1. ini adalah suasana kampung terakhir di punggung Gunung Api Gamalama

Dari pos inilah aku baru tahu, betapa tidak mudah dan tidak ringannya pekerjaan seorang Pengamat Gunung Api. Selama dua hari tinggal di sana, aku mencatat beberapa hal tentang profesi ini. Menjadi Pengamat Gunung Api bukanlah profesi yang mudah, bukan hanya sekedar mengamati asap putih yang keluar dari kawah, bukan hanya sekedar menganti kertas seismogram, bukan hanya sekedar membaca seismograf, namun harus menafsirkan dengan cermat dan mengerti gunung.

Setiap pagi dan sore dimonitor seismografnya dan diamati asap putihnya. Bukan hanya seismograf manual yang berbahan bakar aki sehingga tidak mati saat listrik padam, namun pengamat gunung api sekarang dibekali dengan seismograf digital yang dikoneksikan dengan computer 24 jam dan diolah dengan menggunakan excel. Seismogram diolah dengan mencari gelombang sekunder dan primer pada gempa. Jika gempa tektonik yang terjadi maka tidak perlu khawatir, namun jika gempa vulkanik yang terjadi mereka patut was-was. Gempa tektonik juga memerlukan perhatian khusus, karena gempa ini dapat memicu terjadinya gerakan dalam perut gunung.

Setelah analisis gelombang sekunder dan primer dilakukan maka dibuatlah histogram gempa dan laporan kejadian gempa dalam satu hari, pukul 16.00WIT atau 14.00WIB hasil olahan data dilaporkan ke Bandung dengan radio. Begitu seterusnya mekanisme pekerjaan pengamat gunung api.

Di samping laporan yang harus dikirim ke pusat, mereka juga diwajibkan mengeluarkan surat pernyataan dan peringatan kepada masyarakat dan opemerintah setempat mengenai status gungun api tersebut.

Hal yang paling tidak mengenakan adalah ketika berjumpa dengan pendaki gunung. Pendaki gunung dan pecinta alam serta peziarah ternyata adalah komunitas yang paling sulit unutk diajak bernegoisasi. Ketika keinginan kuat mendaki dengan berbahagi hasrat dan kemauan telah memuncak maka sang pengamat gunung api yang telah bekerja berbulan-bulan tidak dihiraukan. Padahal gunung api adalah masalah nyawa.

Di pos ini aku juga belajar mekanisme perizinan pendakian yang akhirnya dibuat oleh pengamat gunung api. Akses menuju Puncak Gamalama terdiri dari tiga pintu, satu pintu di pos, sedangkan dua pintu lainnya tidak dijaga, alhasil banyak pendaki yang tidak termonitor.

Tanggung jawab yang harus dipikul pengamat gunung api sangat tinggi, terlebih menyangkut boleh dan tidaknya masyarakat mendaki gunung mendekati kawah. Akhirnya, untuk mengurangi resiko ini, pengamat membuat sebuah prosedur dan batasan, pendaki yang akan dijamin keselamatannya adalah pendaki yang mengisi formulir yang disediakan oleh pengamat dan mendaki gunung dalam status aman.

Ada banyak korban yang meninggal dan hilang di gunung Gamalama…so Jangan kau anggap remeh seorang pengamat gunung yang melarang pendakianmu, jika kau menentang perkataannya, jangan pernah mengaku sebagai pecinta alam.

 

  1. orang yg paling sering menantang bahaya adalah orang Perancis
  2. kl ada di sekitar gunung berapi, katanya jangan berdiri di satu titik, harus berputar dan bergerak, takut gejeblos
  3. di Dieng banyak gas beracunnya, hati-hati

 

Marikurubu nan elok…akan aku simpan dalam hatiku

29-30 Agustus 2008…hormatku untuk Bp. Darno, sang pengamat gunung Gamalama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s