MENIKMATI KEMUDAAN

Muda…remaja, adalah saat-saat dulu ketika masa SMU. Ketawa-ketiwi dengan teman, makan enak, jalan-jalan, nongkrong, ngeceng. Begini kah definisinya?…

Kalau memang itu definisinya…timingku yang tidak tepat. Sepertinya aku baru bisa menikmati hidupku sekarang. Apakah dulu aku terlalu keras terhadap diriku, hingga baru bisa menikmatinya sekarang. Mungkin.

It’s my happy life!!!!

Tapi seluruh kehidupanku adalah bahagia. Melihat hidup dengan sederhana dan rumit kadang…namun yang terpenting…Bahagia. Bahagia untuk hatiku, dan membahagiakan untuk hati yang lain.

Bukankah begitu BAHAGIA**??

**putra omku yang ketiga diberi nama “BAHAGIA”..asyik kan

PENGKOMPOSAN SAMPAH DAUN DI LINGKUNGAN KAMPUS

Perasaan sedih sering kali tidak aku rasakan. Dan mungkin bukan hanya perasaan sedih yang ingin aku lupakan. Banyak perasaan yang aku abaikan. Normalkah aku? Mungkin aku harus melatih rasaku lebih sering. Jalan-jalan mungkin solusi yang baik.nice

Aku ingin bercerita padamu…kisah sedih atau apa ya? Saat itu aku ingin merasakannya baik-baik saja, karena aku tahu, aku tidak baik-baik saja, bertekad untuk tidak merasakannya dan ternyata hari ini aku ingin membuka luka itu. Tak apalah, karena ini pelajaran, dan apa yang aku katakan waktu itu, bersama teman baikku Dani, terjadi hari ini.

Sebuah lomba karya tulis tingkat universitas aku ikuti. Tema yang kami usung adalah pengkomposan daun ketapang. Tema ini diusung karena keprihatinan yang dating melihat sampah daun yang melimpah ternyata hanya dibakar oleh petugas kebersihan kampus, tidak ada itikad baik dari fakultas untuk memanfaatkannya, padahal dari segi ekonomi sampah daun ini bernilai ekonomis. Lomba tersebut memiliki beberapa persyaratan di antaranya adalah substansi berupa kajian dan boleh berupa hasil observasi, namun bukan penelitian detail. Setelah tema kami setujui, kamipun menemui dosen pembimbing, dan beliau sangat tertarik membimbing kami. Bahan dikumpulkan termasuk observasi kecil-kecilan mengenai kalkulasi sampah daun yang dapat dikompos hingga perhitungan ekonomi. Akhirnya, karya tulis kami selesai dan dapat dikumpulkan tepat waktu.

Beberapa minggu kemudian kami mendapatkan undangan untuk mempresentasikan karya kami di gedung pusat untuk menentukan kelompok yang berhak mewakili universitas dalam kegiatan selanjutnya. Wow, we are so excited. Persiapan dilakukan, menyiapkan presentasi terbaik, berlatih presentasi dan diskusi. Bismillah mantap, dan hari H pun tiba. Presenter pertama memberikan makalahnya mengenai mangrove, presentasinya menjemukan, benar-benar menjemukan, dan mendapatkan kritikan keras dari juri. Begitu juga dengan presentasi kedua yang mempresentasikan hasil penelitian begitu juga presentasi ketiga. Tibalah waktunya bagi kami untuk mempresentasikan. Suasana menjadi hening saat slide pertama tayang, slide kedua dan seterusnya. Presentasi selesai, dan applause kami dapatkan, bahkan seorang juri berkomentar, beginilah seharusnya berpresentasi ini, slidenya bagus dan dibawakan dengan oke, dilanjutkan dengan komentar juri yang terakhir, kepala dewan juri, beliau berkata: beginilah presentasi karya tulis seharusnya, penulisan karya tulisnya bagus, presentasinya bagus, dan di sini bukan menyajikan hasil penelitian tapi hasil observasi, salut dengan kelompok ini, senyap sebentar, bapak juri ini seperti menghela nafas panjang, kompos, tema yang kalian angkat kurang menggigit dan anda tahu karya tulis ini akan dibawa di tingkat nasional. Sial!!!

Aku masih mengingat semua itu, betapa pedihnya….namun lupakan.

Yang terjadi kemudian, composting sekarang menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di S2, recycling sampah menjadi sesuatu yang menarik, dan satu hal yang sangat menghenyakkanku, di Lombok, seorang bule yang sudah tinggal di sana hamper lebih 40 tahun mendedikasikan hidupnya untuk mengkompos sampah daun, dan dia masuk TV!!!! Semangatku terlecut, dan someday, ketika aku juga masuk TV dengan sampah daun, pabrik sampah daun yang berhasil aku kompos, aku akan menceritakan pengalamanku waktu itu dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Dewan Juri tersebut.

Hmmm….that’s All.

Pogung Rejo, 30 Desember 2009

Sedang menunggu sms teman yang janji bayar dagangan…tapi kok…

Selamat datang di dunia nyata

Rasanya aku sangat perlu mengucapkan ini pada diriku sendiri saat ini. Jika orang sering bicara banhwa uang tidak penting, ternyata itu salah. Walau bagaimanapun uang dan penghidupan sangat penting, bukankah rasulullah juga adalah seorang pencari penghidupan yang ulung. Dan aku harus menjadi bagian dari umat rasul yang ulung mencari penghidupan.

Aku harus kaya, muslim harus kaya. Harus menjadi pohon yang dapat digoyang kata adekku. Aku harus kaya. Jalan menuju kaya ini ternyata terjal sekali, banyak godaan yang menghadang. Contohnya, hari ini aku dapat uang 12000, ternyata aku belanja jilbab 12.000 dan buku 7000. Hohoho…benar-benar deh. Mencari uang itu gampang dan membelanjakannya lebih gampang.

Fiuhh…hidup sedang dimulai dan aku terseok-seok, sebuah pembelajaran baru. Aku yakin bisa menghadapinya. Bersemangatlah.

CURHAT

Apakah sekolah lagi di saat sekarang menjadi penghambat seseorang untuk menikah? Tahun ini, saya mengajukan beasiswa S2. Alasan pengajuan ini adalah: Sesuai dengan cita-citaku, Cukuplah dua tahun aku bekerja di Om Haris (bekerja dua tahun di sini adalah pemenuhan janjiku kepadanya dan tentu saja caraku membayar kesalahan di tahun pertama, walau aku tidak pernah mau mengakuinya..fiuhh..begitu berat), Aku selalu gagal dalam seleksi PNS dan kerja yang aku ikuti, dan beasiswa S2 aku harapkan akan menjadi titik balik kehidupanku unutk menata hidup. Seperti melarikan diri dari kehidupan nyata…tapi ini harus dilakukan, aku harus sembodo dengan perkataanku… Tapi ternyata, rencana ini justru membuyarkan sebuah cita-cita yang lebih besar, menikah…sedikit heran, mengapa orang yang melamar S2 dan sedang sekolah menjadi kendala untuk menikah? Bagi saya, saat sekolah S2 lalu menikah, itu bukanlah soal. Tiba-tiba wacana saya akan sekolah menjadi penghambat terbesar untuk mempertemukan saya dengan seseorang…aneh… mmm…dan dengan alas an yang sama, seorang teman pria pernah mengurungkan niat untuk melamar seorang gadis yang sedang menunggu aplikasi beasiswa S2 nya…kemudian, diputuskan dia mengatakannya…dan ternyata pinangannya diterima. Sepertinya sangat mudah menaklukan hati seorang wanita… Lebih menyenangkan berada dalam kepastian dari pada tidak. Dan salah satu kepastian adalah menikah…walaupun itu berarti berada dalam tahapan ketidakpastian berikutnya..

TOPO DADE

Ketemu artis…let me tell you this…

untuk kedua kalinya aku berb incang dengan artis. Yup, artis, artis beneran…bukan artis maenan yang cantik and ganteng..but, the real one.

artis pertama yang aku temui..menghadiri konsernya dan berbincang serta meminta tanda tangan adalah…holland musicians…

Malam itu, teman ke kosan, waktu masih ngekos di Jogja…mendadak banget!! dan bilang apa coba..buruan siap-siap, kita nonton konser musik klasik. Setahuku konser beginian di kampus cuma digelas waktu ada twilight orchestra (yang posternya aku tempel di kamar..gara-gara nyesel ga nonton dua tahun yang lalu). Tapi kalau orchestra besar sih ada iklannya..kok ini ga ada. Ternyata, di Kampus KU sedang ada kegiatan pencerahan mahasiswa melalui konser musik klasik…hehe…seru juga.

Akhirnya, kamipun pergi ke FKU. Kebetulan kampus FKU dengan kosku di Pogung tidak begitu jauh, so..kita jalan kaki deh. Sampai di sana…busett, tanpa publikasi aja yang nonotn berjibun di auditorium FKU. Hanya dengan bermodal Rp5000, kita sudah dapat menikmati booklet pertunjunkkan, dan tentu saja pertunjukkannya yang keren…Ada 5 musisi instrument yang tampil malam itu, Hobo (Semacam alat musik tiup), violin, dkk, cello…nice…

The most wonderful thing adalah, di bagian akhir dai konser ini, musisi ini membebeaskan para penonton untuk berinteraksi dengan mereka…dan Sikat…aku mencoba berhaha hihihi…dan meminta tanda tangan serta alamat email…basi..but…nice experience Bo!!!

Lalu, kemaren di nikahan temanku…ada artis juga….TOPO DADE…hehe…sebenanrya aku ga ngefans banget..cuma excited aja ada artis dengan suara sekeren itu…Topo Dade…namun yang sadar kayanya cuma kita-kita..hehe…so…kita foto-foto deh…sama artis ini.

Oke deh…segini saja ceritanya…btw, buat Lenggo dan Suami, selamat ya…

hehe…ketemu sama Hatta Rajasa, yang datang telat dan tergopoh-gopoh…mungkin habis rapat PLT KPK..kok ga diajak SBY ke G-20 ya. Piss Pak😛

BLACK SWAN

Black Swan…Om saya crita, katanya di manapun kamu berada, kamu harus menjadi black swan…

Apa itu black swan?

Black swan adalah sebuah filosofi yang katanya berkembang di dunia penambang minyak, tapi rasanya…filosofi ini cocok kok diaplikasikan di semua dunia.

Black swan atau angsa hitam itu tidak ada, yang ada hanyalah angsa putih dan flamenggo yang kemerah-merahan. Lalu, kalau angsa hitam itu tidak ada kenapa kita harus menjadi angsa hitam? Karena kalau angsa hitam itu ada, maka dia akan benar-benar menarik perhatian.

 

So jadilah Black Swan.

sebuah cerita dari Om Chusen

LINGKUNGAN

Hari ini otak intelektualku sedang berpikir dan ingin menelorkan sesuatu. salah satunya tulisan, jika sudah begini maka kata-kata yang muncul dan kalimat yang terbentuk adalah kalimat yang sanagt formal, yang kalau dibaca ulang rasanya…fiuhh..melelahkan. Tapi bolehkan aku menulis, mumpung inspirasiku lagi meluap-luap.

Lingkungan…judul ini, merujuk dari tulisan sebelumnya yang bersambung…dulu, waktu aku mau masuk SMP, ada banyak pilihan SMP bisa aku ambil salah satunya SMP favorit di kotaku..namun, yang dikatakan ibuku adalah…tidak, kamu harus masuk MTs , dengan pertimbangan…lingkungan.

Lingkungan akan membentuk seseorang, ketika kita berada pada lingkungan yang baik, maka baiklah kita, sama halnya dengan perumpamaan yang mengatakan bahwa jika kamu ingin melihat baik buruknya seseorang, maka lihatlah siapa temannya. Nah..loe…bener kan.

Begitu juga dengan yang terjadi pada PNS mangkir tadi.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar, tapi boleh lho kita memiliki keteguhan yang luar biasa untuk mendobrak lingkungan yang tidak baik. Sampaikan kebaikan selalu.