Zulaikhabudiastuti’s Weblog

RAHASIA ILLAHI UNTUK SEPASANG KEKASIH

November 10, 2008 · 1 Komentar

Dalam perjalanan satu malam dari Ternate menuju Pulau Bacan, dengan menggunakan kapal ferry, kami berangkat jam 9 malam dengan tiket Rp100.000 untuk mendapatkan tempat tidur, saya bertemu dengan sepasang kekasih. Perempuannya dari Ambon, dan sang lelaki dari Pulau Bacan. Waktu itu si perempuan sakit perut, perut bagian bawahnya kesakitan, aku pikir usus buntu karena sudah merasa sakit hamper 2 bulan dan aku sudah menanyakannya pada temanku yang dokter. Makanya aku wanti-wanti untuk segera diperiksa ke dokter. Setelah bak pahlawan aku menasihati demikian dan aku beri minyak kayu putih untuk meredakan sakitnya (setidaknya rasa sakit akan tertutupi rasa hangat minyak kayu putih), tiba-tiba temanku sms, sebelah kiri apa sebelah kanan, kalo sebelah ….… berarti bukan usus buntu, maaakkk diagnosis salah, sudah deh, pura-pura tidur saja. Syukurnya semalaman dalam perjalanan itu sang perempuan tidak apa-apa. Cinta pertama, sang lelaki hendak mengenalkan perempuannya yang datang jauh-jauh dari Ambon menuju Ternate untuk dikenalkan orang tuanya yang di Bacan melalui waktu di kapal 9 jam (saya tidak bertanya di mana mereka bertemu).

Dalam perjalanan mobil arah Bintaro-Condet setelah melayat mbah kakung ahsan, bulikku menceritakan sebuah kisah cinta yang, tidak dapat dilukiskan dan dicarikan padanan katanya. Semua rasa dan warna tercampur dalam kisah ini. Terkisah sang perempuan dan sang lelaki berkenalan sejak SMU, menjalin cinta nanindah, kedua keluarga sudah sangat bahagia. Namun suatu hari, sang perempuan terkena serangan jantung. Serangan jantung di usia yang begitu muda, sekitar 20-an. Saya tidak tahu apa sebab serangan jantung tersebut dan apa yang dirasakan sang perempuan dan sang lelaki mendapati kenyataan ini, yang saya tahu adalah, ayah sang perempuan jatuh sakit, sakit karena berpikir bahwa sang lelaki akan meninggalkan putrinya setelah mengetahui kondisi sang perempuan. Namun ternyata, sebuah bisikan diucapkan di telinga sang ayah, “Bapak, putrimu sudah dilamar, hari H dia akan menikah dengan calon menantu kesayanganmu”. Bisikan ini adalah bisiskan terakhir, karena setelah itu, sang ayah meninggal dengan bahagia. Pascakematian sang ayah, pernikahanpun digelar. Jangan dianggap pernikahan berjalan mulus, karena sang lelaki mendapatkan tantangan keras dari kakak tertua yang telah menjaganya selama ini setelah kedua orang tuanya meninggal.

Sejak pernikahan itu, hidup susah senang dijalani berdua, hingga terlahirlah 3 orang anak laki-laki yang indah. 3 malaikat yang amat sangat tidak mungkin dilahirkan oleh penderita jantung. Dalam perjalanan waktunya, setelah semua putranya besar dan mandiri, Allah mencukupkan bonus waktu yang telah diberikan pada sang perempuan. Allah begitu mencintainya sehingga Dia ingin segera bertemu kekasihnya. Dalam suatu sore di penghujung hari Jumat, sang lelaki mengalami sakit perut hebat, dan diujung tempat yang lain, sang perempuan menyongsong kekasihnya yang Abadi.

Duhai Allah, lapangkanlah segala hal untuk sang perempuan dan berilah kemudahan di dunia untuk sang lelaki dan 3 putra mereka.

Satu kisah lagi ingin aku ceritakan, persiapan pernikahan telah digelar di dua tempat, Jakarta dan Pulau Toboti, Papua. Tinggal menghitung hari 9 November 2008. Namun di malam tanggal 7, waktu terasa berhenti, TIDAK ADA PERNIKAHAN.

Pernikahan Ambon-Papua dengan latar belakang budaya yang hampir sama dan dari latar belekang kristiani yang mirip, namun berbeda secara prinsipil. Pernikahan batal karena kedua pengantin dan keluarga berbeda mazhab kristianinya.

Tidak tahu bagaimana rasanya, dan apa yang akan dilakukan oleh keduanya, namun…saya hanya bisa berjanji akan menuliskan ceritanya.

Jakarta, 8 November 2008…mentari pagi yang berwarna kuning, menyinari kamarku pagi ini, diiringi denting, tentang seseorang, dan I’m Falling in love dari Melly.

→ 1 CommentKategori: JODOH

PRESENSI ≥ 70 %

November 7, 2008 · & Komentar

“Mumpung masih mahasiswa Anda boleh melakukan kesalahan, tapi kalau Anda sudah jadi Sarjana tidak bisa dan tidak boleh melakukan kesalahan”, kata seorang dosen saya.

Pernyataan di atas dalam beberapa detik  akan membuat siapa pun yang membaca dan mendengarnya untuk berpikir. Mahasiswa itu memang anak besar yang sudah melepas baju seragamnya untuk dapat disejajarkan dengan orang dewasa. Mahasiswa itu bukan lagi siswa yang harus selalu dituntun oleh ibu atau bapak guru. Mahasiswa adalah maha-nya siswa yang sudah mandiri dan bisa bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya. Mahasiswa adalah siswa yang mempelajari ilmu khusus dan dia akan menjadi orang yang paling menguasai ilmu dan bidang yang dia ambil di bangku kuliah. Inilah beberapa definisi mahasiswa yang saat ini berkembang di dunia mahasiswa.

Mahasiswa  mandiri artinya mahasiswa harus bertanggung jawab dengan apa yang akan, sedang, dan telah dilakukannya. Dalam dunia kemahasiswaan Indonesia, seorang mahasiswa akan didampingi oleh seorang dosen pembinbing akademik. Dosen ini yang akan memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan mahasiswa dalam menyusun rencana studinya. Mahasiswa dipersilakan sebebas-bebasnya untuk merencanakan studinya. Jika dia ingin cepat lulus, hanya satu syaratnya IP tinggi. IP tinggi adalah modal utama untuk dapat mengambil mata kuliah yang lebih banyak di semester depan.Kesempatan mengambil kuliah di semester atas berarti semester berikutnya beban studi akan  berkurang atau bisa mengambil kuliah semester atas lainnya. Namun jika mahasiswa yang bersangkutan tidak berkenan unutk mengambil jalan cepat lulus tersebut, juga dipersilakan. Dosen pembimbing kadang memang bisa membujuk namun segala keputusan ada di tangan mahasiswa.

Pertimbangan mengambil mata kuliah banyak atau sedikit ini juga dipengaruhi  kesibukan mahasiswa yang bersangkutan. Konsekuensi mengambil mata kuliah banyak adalah banyak tugas, banyak kuliah, banyak ujian dan quiz., serta praktikum. Semua rangkaian kegiatan ini tidak boleh dan tidak bisa dilewati. Melewatkan satu item pekerjaan bisa jadi tidak bisa yudisium dan lulus. Rangkaian kegiatan inilah yang diharapkan akan membuat mahasiswa mengerti dan menguasai dengan baik  mata kuliah yang diberikan.

Kuliah berarti bertemu dengan dosen. Dosen dalah akademisi yang dengan tri dharma- nya mengabdi pada kampus dan masyarakat adalah orang yang menguasai ilmu yang digeluti dengan amat baik. Pengalaman di lapangan, banyaknya referensi yang menjadi pedoman, serta permasalahn yang  ditemui  lapangan menjadikan dosen nara sumber tiada henti bagi mahasiswanya. Kesempatan mahasiswa dengan dosen untuk berinteraksi dan berdiskusi adalah kesempatan emas mahasiswa unutk memperluas cakrawala pengetahuannya terutama pengetahuan aplikatif yang sedikit sekali didapatkan dari buku. Salah satu momen interaksi ini adalah dengan mengikuti kuliah  dosen.

Praktikum adalah yang menjembatani penguasaan teori dan praktek di lapangan. Apa yang dilakukan di laboratorium, tes apa saja yang dilakukan di sana akan menjadi pedoman dan  mahasiswa yang akan terjun bekerja di lapangan nantinya. Dengan praktikum inilah mahasiswa bisa mencocokkan teori yang didapatkan di kuliah.

Buku dan perpustakaan adalah referensi yang sangat krusial bagi mahasiswa, begitu juga dengan internet. Perluasan ilmu dan pendalaman ilmu bisa didapatkan dari sini, namun tetap ada poin-poin yang harus disampaikan oleh orang yang berpengalaman. Estimasi, asumsi, pemikiran, dan sense dalam penetuan keputusan aplikatif kadang belum bisa ditentukan hanya dengan melihat buku, harus ada orang yang menuntun dan memberikan pengertian. Inilah sebenarnya titik berat dan alasan kenapa kuliah diadakan.

Konsekuensi menjadi mahasiswa adalah kuliah, namun pengertian bahwa mahasiswa sudah mandiri kadang dijadikan tameng untuk tidak mengikuti kuliah seorang dosen. Ada memang mahasiswa yang tidak kuliah sekali pun namun pada saat ujian dia mendapatkan skor tinggi dan untuk kasus seperti ini memang dimaklumi karena dia adalah mahasiswa yang jenius, namun yang terjadi sekarang adalah pemahaman keilmuan mahasiswa yang menurun. DisInyalir terjadi penurunana kualitas mahasisawa. Penyebab penurunan kualitas ini disinyalir puala adalah ketidakhadiran mahasiswa di kelas untuk bertemu dengan dosen. Dengan demikian kulitas sebuah perguruan tinggi menjadi terancam, bukankah prestasi mahasiswa adalah ujung tombak kualitas sebuah perguruan tinggi??

Universitas Gadjah Mada merespon maslah ini dengan program “Jaminan Mutu”. Secara garis besar program ini akan mengawasi proses pendidikan di universitas agar memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Kebijakan ini akhirnya diikuti dengan kebijakan presensi  ≥ 70 %. Kebijakan ini sudah ada sejak tahun 2002, namun di beebrapa fakultas kebijakan ini hanya dipasang, ditempel layaknya pengumuman, namun walau demikian waktu itu hanya menjadi wacana, kebijakan tersebut tidak diterapkan,  baru pada tahun 2005 kemarin kebijakan ini diterapkan. Terasa aneh ketika kebijakan baru yang selama dua tahun tidak diberlakukan secara mendadak diberlakukan, shock terapi mungkin, namun dampak yang terjadi begitu besar, konsekuensi tidak memenuhi kuota ini adalah tidak dikeluarkannya nilai mata kuliah yang diambil walaupun dosen pengampu memberi nilai, walaupun nilai yang diberikan adalah A. Hingga saat itu akhirnya mahasiswa tidak bisa berbuat apa-apa walau nilainya A, nilai tetap tidak bisa keluar dan harus menunggu tahun depan.

Peraturan demikian memang perlu, terbukti, sejak kontroversi presensi tersebut kelas pun menjadi ramai, banyak mahasiswa datang untuk mengikuti kelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa cukup apreciate dengan kebijakan ini namun ini juga tidak berlangsung lama. Mahasiswa kembali ke kehidupan normalnya, yang kadang, kadang, kadang tidak masuk. Kondisi ini menjadi semakin tidak baik karena fenomena titip absen kembali marak. Arti titip absen adalah berbohong, namun jika tidak demikian tidak bisa ujian dan nilai tidak keluar. Dilematis.Haruskah kampus memiliki  kamera di setiap kelas unutk merekam mahasiswanya, haruskah kampus memiliki security guard electronics, yang akan mendeteksi setiap mahasiswa dengan sidik jarinya??

Presensi ≥ 70 % memang kontroversi, namun sebuah kenyataan kenapa mahasiswa sering tidak menghadiri kuliah juga perlu dicari solusinya. Hingga saat ini dengan 144 SKS yang ditempuh selama 4 tahun mahasiswa masih harus mengikuti kuliah hingga semester 7. Padahal di negara lain masa kuliahnya semakin memendek.  Kuliah antara hak dan kewajiban memang perlu dipertanyakan. Seorang mahasiswa memabayar biaya pendidikan berarti dia membayar fasilitas yang akan dinikmatinya selama kuliah, termasuk mendapatkan penyampaian materi yang menarik dari seorang dosen. Yang terjadi kemudian mahasiswa kadang enggan mengambil haknya tersebut.

 

Salam…sebuah renungan pascanilai A saya untuk mata kuliah Jalan Rel, B untuk mata kuliah SBB3, dan nilai A untuk mata kuliah Baja 2 tidak keluar, karena presensi saya tidak memenuhi 70% secara otentik. Padahal saya mengikuti kuliah dengan rajin, dan enggan titip absen, mungkin waktu itu saya sibuk sekali jadi saya melewatkan hitungan jatah bolos saya, yang harusnya 4 karena terlalu sibuk lupa menghitung, jadi saya bolos 5 kali.

 

 

→ 2 CommentsKategori: RENUNGAN

BAPAK PENELUSUR REL

Oktober 29, 2008 · 1 Komentar

 

Sepanjang malam ….

berjalan sendirian.

menyusuri rel yang tentu berbatu,

penerang lampu kuno, setia menemani, memberikan pencahayaan sekadarnya.

 

Berjalan menyusuri dari satu stasiun ke stasiun berikutnya

Empat buah penambat rel dalam tiap bantalan,

tak pernah luput dari matanya.

Sambungan-sambungan rel, hubungan baut-bautnya…

 

Setiap malam menyusuri rel,

hingga fajar menjemput,

di stasiun berikut.

 

6 mei 2007

→ 1 CommentKategori: PUISIKU

Naik Kereta Api tut…tut…tut…

Oktober 29, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Liburan besok aku diajak Pamanku jalan-jalan. Pamanku bernama paman Anton. Ia baru saja datang dari Jogja. Kata ibuku, dia dahulu bersekolah di Teknik Sipil!!!. Apa ya Teknik Sipil itu???? Setahuku sipil itu artinya mudah sekali dalam Bahasa Jawa. Tetapi kemarin, aku melihat pamanku mencoret-coret kertas besar dengan penggaris besar, wahh pasti susah sekolahnya. Keren ya pamanku.

Emmm… besok jalan-jalan, senangnyaJ. Tapi,,,aku belum tahu ke mana kami akan pergi. Enaknya kalau aku tahu ke mana akan pergi, jadi aku bisa membayangkan asyiknya perjalanan besok!!. Ah, sebaiknya aku tanyakan saja langsung ke Paman Anton. Kalau begitu aku ke kamar Paman Anton dulu ah.

Setelah keluar dari kamar Paman Anton…

Ya…paman tidak mau memberitahuku. Kira-kira apa yang akan terjadi  besok pagi? kami mau ke mana? akankah besok menjadi jalan-jalan yang menyenangkan??? Tak apalah yang penting besok pagi aku akan jalan-jalan. Aku harus tidur sekarang. Paman tadi pesan kepadaku agar besok bangun pagi dan kami harus berangkat sehabis sholat shubuh di masjid.

Keesokan paginya, selepas sholat shubuh dan siap berangkat.

Pagi yang cerah dan paman telah menungguku di teras depan. Paman tersenyum padaku dan berjalanlah kami berdua menyusuri gang menuju pemberhentian bis. Lumayan panjang sih gangnya, capek. Di dekat rumah ada pangkalan ojek yang biasa digunakan penduduk kampung menuju jalan besar. Biasanya aku ke sekolah juga naik ojek. Bapak-bapak ojek di sini sangat rajin jam 5 pagi sudah siap di pangkalan menunggu penumpang. Enaknya naik  ojek ke halte depan, tapi kata paman  jalan kaki saja lebih hemat, lebih sehat, dan tidak menimbulkan polusi. Okelah paman aku akan menurut. Tapi tunggu, polusi???? Di buku IPA- ku polusi itu artinya apa ya??? Aduh ingatanku,,,, ya polusi itukan pencemaran. Naik ojek mengeluarkan asap kendaraan, baunya tidak enak dan bikin sesak napas.

Sesampai di ujung gang kami harus menyebrangi jalan. Seperti  biasa, tengok kanan kiri dan gunakan zebra cross!!! Wuih sepi banget jalanya, kaya jadi raja jalanan, aku bisa main bola di sini pikirku. Pagi-pagi begini belum banyak kendaraan berlalu lalang. Senangnya, tapi kenapa aku harus tetap menyebrang di zebra cross??? “Uh paman, jalan menuju zebra cross kan lima langkah dari ujung gang, sepi gini kenapa harus…..” kataku sebelum diputus oleh pamanku. ”Kamu harus mematuhi peraturan kapan dan di manapun, melanggar peraturan itu seperti mencuri buah rambutan tetangga, tidak enakkan rasanya??”, kata Paman Anton tiba-tiba. Terbengong-bengong aku mendengarnya, “Tapi… oke deh paman, aku setuju dengan paman”.

Turun dari bis.

Di mana nih…kok bangunannya tua banget. Ada palang sepur dan ……..STASIUN BALAPAN SOLO. Ooo  paman mengajakku jalan-jalan naik kereta api!!! Naik kereta api tut…tut…. Senangnya… aku bisa crita ke teman-temanku nanti. Pasti menyenangkan.

Masuk di gedung stasiun aku melihat kaca-kaca besar. Di atas kaca-kaca besar itu ada nama-nama “LOKET 1 KA SENJA UTAMA, LOKET II PRAMEKS (Jogja-Solo) dll”  Di dalam kaca itu ada bapak-bapak dan ibu-ibu petugas yang melayani antrian. Sekarang aku sudah ada di antrian loket KA PRAMEKS. Prameks tujuan Jogja. Hah!!!, paman membeli 2 tiket tujuan jogja, satu untukku dan satu untuknya. Aku melihat harga tiketnya masing-masing Rp7.000,00. Yes!! aku jalan-jalan naik kereta ke Jogja. Aduh pamanku baik sekali. Aku senang sekali, untuk pertama kalinya aku naik kereta. Hatiku berdebar saking senangnya J.

Saat paman mau masuk ke peron, eh peron apaan ya??? Kata pamanku tempat naik kereta namanya peron.  Dia menyerahkan tiket kepada petugas. Karena aku jalan di belakangnya, aku juga menyerahkan tiketku pada petugas itu. Ada coretan pulpen di tiket itu. “ Petugas itu melakukan pemeriksaan tiket awal, nanti di atas kereta akan diperiksa lagi tiket kita. Kamu tahu tidak nama pemimpin perjalanan kereta api??”, tanya paman. “Kondektur”, jawabku bersemangat. Jawaban yang memuaskan kata paman.

Paman melihat sekeliling peron dan mengajakku duduk sebentar,  menunggu kereta di bangku peron. Di sana ada banyak jalur kereta api. Ada jalur 1, 2, 3, sampai 5 dan di seberang bangunan ada peron 6. Eh ada satu gerbong melintas. “ Itu bukan gerbong, itu lokomotif, lokomotif itu hendak langsir.”, kata paman. Aku  tadi melihat gerbong itu, eh bukan lokomotif itu  ada di jalur 5, sekarang sudah ada di jalur 4. Mungkin langsir artinya pindah jalur. Tapi lokomotif itu apaan?? Di jalur 4 ada gerbong berjejer-jejer tapi kok ada yang kurang, emmm ternyata lokomotif tadi nyambung di depan gerbong dan jadi kepala kereta. Jadi lokomotif itu kepala kereta.

Kereta Prambanan Ekspress akan segera tiba di jalur 3, untuk para penumpang Prameks diharapkan segera menyiapkan diri di jalur 3”. Ada suara pengumuman kedatangan kereta api, dan itu prameks!!! Keretaku J. Serta merta aku mengikuti pamanku menuju jalur 3. Tettt….tetttt, bunyi klakson kereta Prameks. Lho kok teett…teeet bunyi klakson. Keretanya tidak mengeluarkan asap. Ah entahlah, akhirnya kereta berhenti dan kami bersiap naik. Keretanya warna kuning dan bangkunya ada di pinggir jendela, jadi kami bisa melihat wajah seluruh penumpang di bangku depan kami. Hmm tepat pukul 5.45 WIB kereta berangkat.  Kereta Prambanan Ekspress tujuan Klaten, Lempuyangan, Jogjakarta, siap diberangkatkan”.

Pemandangan yang indah, sawah, gunung, jalan, hmmm… asyik sekali naik kereta. Ceklik-ceklik, suara apa itu??? Ada bapak berseragam yang meminta tiket kami. Aku tahu!!! itu Bapak kondektur, dia pasti hendak memeriksa tiket kami. Tidak sabar aku menanti dia menghampiri tempat kami duduk. Tiket sudah aku siapkan di tanganku. Pak kondektur menghampiri pamanku dan tiketnya dilobangi. Nah sekarang giliranku, tiketku dilobangi juga,,,inilah pemeriksaan tiket kereta api. Kalau aku lupa membeli tiket aku akan didenda 5 kali harga tiket. Begitu bunyi papan peringatan besar di stasiun tadi yang aku baca. Wahhh… bisa habis uang sakuku 3 bulan. Hari ini aku belajar satu hal penting, setiap pergi naik kereta jangan lupa membeli tiket di stasiun!!!.

Stasiun demi stasiun telah kulalui, sampailah aku di stasiun Tugu Yogyakarta. Karena masih terlalu pagi, Paman mengajakku sarapan soto di depan stasiun sambil menunggu toko-toko di malioboro buka. Emmm…perjalanan yang menyenangkan, naik kereta api tut..tut..eh, tadi kan tet..tet…kata paman kereta Prameks bukan kereta api tapi kereta diesel dan coba perhatikan tulisan besar di gerbongnya pasti ada kode KD artinya kereta diesel.

Terima kasih Paman Anton J.

 

 

Zulaikha Budi Astuti

Penulis tinggal di Yogyakarta dan Solo.

 

Tulisan ini dibuat sebagai usaha untuk memperbaiki persoalan transportasi di Indonesia dengan menanamkan pendidikan etika dan moral pada diri anak-anak.

 

→ Tinggalkan KomentarKategori: untuk anak-anak

Menikahlah kamu maka kamu akan merasa tentram (sebuah renungan)

Oktober 29, 2008 · 1 Komentar

 

 Episode jatuh cinta adalah episode yang paling dinanti oleh banyak orang dalam setiap cerita. Bagaimana kedua insan saling menurunkan ego dan mengatakan “duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah…seluruh cintamu, rindumu, tulus hatimu..” nah menurutmu inikah esensi cinta itu? Meluruhkan asa pada yang dicinta. Hal ini yang diajarkan dalam agama bahwa kekasaih utama kita adalah Allah, yang kepadanya kita bisa mengadu banyak dan menceritakan apa saja tanpa merasa takut akan terbongkar, merasa aman dan nyaman bersamanya…itulah esensi cinta.

Pagi ini saya bertorika kepada temanku, seorang calon dokter, teman SMU ku. Setelah semalam saya memakai custom message “putus asa” di YM (yah semalam saya ngeblank—bingung—dan hampir putus asa). Teman saya bertanya, “ada apa ini, kok putus asa??itu tulisan di offline messagenya”, dan saya balas…”fiuh..entahlah, saya sedang berpikir bahwa semakin lama hidup ini semakin sulit, semakin dewasa, tanggung jawab yang dipikul juga semakin berat…susah sekali menjadi dewasa, mungkin karena baban hidup yang semakin berat inilah maka Allah memerintahkan untuk menikah, sehingga setiedaknya beban hidup bisa dibagi berdua, karena sesungguhnya manusia itu memiliki perasaan, dan dengan memainkan perasaan maka hidupnya akan menjadi berwarna dan berasa”.

Teman saya hanya berkomentar, mellow sekali….

Catatan Hati

Dalam setiap asa yang kita batin, itulah catatan hati…catatan yang akan membuat kita tergerak melakukan sesuatu yang cenderung pada catatan tersebut.

Dalam satu titik saya pernah merasa sangat capek dan ingin tidur, namun ternyata badan dan mata tidak dapat diajak berkompromi, karena tidak mau terlelap

→ 1 CommentKategori: JODOH

Panas Bumi 2

Oktober 29, 2008 · & Komentar

Teman-teman sipil tidak sedikit yang terjun di dunia konstruksi dan energy khususnya oil dan gas. Dari segi keilmuan menjadi konsultan atau mengerjakan proyek konstruksi di bidang ini sangan menantang dan menyenangkan. Terlebih lagi peluang masih terbuka lebar karena Indonesia masih kaya akan kedua jenis barang berharga ini.

Selain oil dan gas, dan tentu saja jenis pertambangan lainnya ada satu jenis tambang yang bias diperhitungkan, yaitu panas bumi. Sebagai salah satu bentuk energy yang bias dikembangkan panas bumi belum banyak berbicara di kancah energy Indonesia. Padahal sumber enrgi ini tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia kecuali Kalimantan (gunung tua). Dengan demikian pengusahaan energy ini akan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak dan batubara sebagai konsumsi energy.

Sebagai gambaran, dari total 256 titik panas bumi, baru 5-6 potensi panas bumi yang diusahakan di Indonesia. Jika mendengar PLTP atau PLTPB itu adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berarti memanfaatkan potensi panas bumi untuk kelistrikan. Selain sebagai listrik, panas bumi juga dapat dimanfaatkan secara langsung bahkan untuk skala rumah tangga (jika memang ada teknologi aplikabel yang sesuai dengan budaya masyarakat) energy ini bias lebih luas kegunaannya.

Selama ini perkembangan panas bumi baru menjadi hak prerogative Pertamina dan beberapa perusahaan asing yang mendapatkan kontrak, namun masih terbuka lebar kesempatan untuk turut serta mengembangkan energy negri ini. Dari segi teknik sipil, memang terasa kurang menyentuh, namun sama halnya dengan bidang lainnya, yang merupakan lingkaran system kepala berlatar belakang ilmu berbeda-beda, panas bumi juga memerlukan otak teknik sipil. Secara konstruksi tentu saja ilmu sipil sangat diperlukan.

Alumni sipil sepertinya yang telah berkecimpung di dunia ini cukup banyak, dari obrolan civeng beberapa waktu lalu, dan mungkin generasi muda sipil berikutnya, cobalah melirik salah satu energy ini menjadi peluang untuk bekerja.

Selain dari sisi energy dan konstruksi, panas bumi ini sangat cocok dengan tema Teknik Sipil dan Lingkungan yang menjadi nama jurusan kita, karena panas bumi emisinya sangat rendah dan merupakan energy terbarukan.

JIka baru 6 lokasi yang diusahakan, artinya masih ada 250 lokasi yang belum diusahakan, jika 10 saja kita bias berkontribusi? Bersiaplah, semoga tantangan ini juga menghampirimu, kita.

→ 2 CommentsKategori: panas bumi

LELAKI TUA DI UJUNG GANG

Oktober 23, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam perjalanan ke kampus, 10.00 pagi

Mbah, lemarine regine pinten??”, Tanya seorang ibu. “ nggih, paringi gangsal atus mawon”, suara renta itu menyahut dengan sopan. “Mbok kirang mbah, tigangatus kemawon.”, tawar si ibu pada lelaki tua itu.

Ooo… harga lemarinya lima ratus ribu. Lumayan juga sih, atau aku beli saja ya. Lemariku yang dari mbak Nurul sudah rusak. Kalau aku beli, nggak perlu nambah ongkos transport, kan tinggal angkut ke kos, lha wong kosku dekat dari rumah lelaki tua itu.

Ini hanyalah pikiran sesaatku dalam perjalanan menuju kampusku siang ini. Beli lemari baru. Beberapa hari ini kalau aku lewat gang itu aku selalu melihat lelaki tua mengerjakan sesuatu yang besar. Di satu hari aku melihatnya memotong kayu-kayu besar, memasah tiap elemen kayu hingga halus. Di hari lain aku melihatnya merangkaikan elemen-elemn kayu itu. Di hari lain aku melihat memakunya, dan di hari terakhir aku melihatnya bersama ibu itu sedang tawar-tawaran harga. Sebuah lemari cantik, cukup besar, dengan warna kayu alami, alias tidak dicat, tapi diplitur.

 

Dengan kepala pusing, siang nan terik, 12.00 siang.

Kepalaku pusing sekali. Sakit dan berputar-putar. Panas mentari yang terik menambah tingkat kepusinganku 50%. Seperti biasa aku memasuki gang kecil terakhir menuju kostku. Tiba-tiba aku menemukan sosok tua sedang duduk di atas kursi. Namun dia tidak hanya duduk-duduk termenung menikmati siang terik di terasnya, tangannya memegangi sesuatu dan memangku sesuatu dengan cekatan. Tatapan pertamaku, untuk mengejar rasa penasaranku adalah apa yang dipegangnya. Warnanya merah dan agak besar. Bentuknya seperti jaring-jaring, lalu genggaman jemarinya seperti melakukan gerakan menganyam, tapi yang dianyam sesuatu yang keras dan berwarna coklat. Semakin mendekatinya, tampaklah lelaki tua itu memperbaiki tudung saji. Penutup makanan berwarna merah yang cukup besar, telah terkoyak di satu titik sisinya. Koyakan itu dia anyam dengan sesuatu yang berwarna coklat, dan itu adalah kawat.

Tatapanku pun berhenti saat aku perlahan-lahan keluar dari gang itu dengan tetap menahan rasa sakit di kepalaku.

 

Selamat pagi,..pagi yang cerah…07.00 pagi

Woo…wooo,,,what’s up??? Ada sepeda di pinggir jalan, sepeda tua, dulu aku menyebutnya pit kebo, karena bentuknya yang besar, tinggi dan gagah. Lalu..yah seperti biasa, lelaki tua di ujung gang itu.,,,ehmmm…salut, banyak sekali keahliannya ya. Pagi ini dia memperbaiki jari-jari roda sepeda yang rusak.

 

Tanpa kusadari betapa seringnya aku memperhatikan lelaki tua itu. Setiap hari di depan rumahnya yang jadi kos-kosan putra itu, selalu bertambah satu perabotan baru. Hari ini  sangkar burung kecil, hari berikutnya kursi pentil, lusa kemaren kursi panjang kayu, sebulan yang lalu sangkar burung dara yang besar, minggu kemaren potongan-potongan kayu bakar teronggok di depan rumahnya.. Oh,,rajin sekali lelaki tua ini.

Lelaki tua di ujung gang itu, dia lebih kuat dari usianya yang renta. Kulitnya yang telah mengeriput dan menghitam, rambutnya yang memutih dan punggungnya yang kian bongkok, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya.

Aku punya seorang lelaki tua di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Lelaki inilah yang telah membesarkanku dengan tangannya. Lelaki yang dengan separuh usianya aku belajar tentang hidup,,,ya, dialah Bapakku.

Terima kasih Bapak.

April 2007

Auditorium FIB UGM, pasca gempa 5,5 SR pada pukul 10.00.

Menanti General Aptitude Test PLN persero

 

→ Tinggalkan KomentarKategori: CERPEN

obat TRADISIONAL

Oktober 23, 2008 · & Komentar

TANAMAN OBAT INDONESIA

Kelapa

(Cocos nucifera, Linn.)

Sinonim :
Familia :
Palmaceae

 

1. Keracunan

    Bahan: 1 butir kelapa hijau;

    Cara membuat: dilubangi ujungnya;

    Cara menggunakan: Airnya diminum sampai habis.

 

2. Sakit panas dalam

    Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telor ayam kampung

    mentah;

    Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung

    yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian

    dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut;

    Cara menggunakan: diminum pada siang hari.

 

3. Sakit panas

    Bahan: 1 gelas air kelapa muda dan 1 sendok madu;

    Cara membuat: kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai

    rata;

    Cara menggunakan:

                            Untuk dewasa: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

                            Untuk balita: 2 kali sehari, 1/2  cangkir the;

 

4. Demam berdarah

    Bahan: 1 butir buah kelapa dan 1 butir jeruk nipis;

    Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, jeruk nipis diperas

    untuk diambil airnya, kemudian air jeruk nipis dimasukan ke dalam

    buah kelapa dan diaduk sampai merata;

    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

 

5. Kencing batu

    Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telur ayam kampung

    mentah;

    Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung

    yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian

    dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut.

    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

 

6. Mengurangi sakit waktu haid

    Bahan: 1 gelas air kelapa hijau dan 1 potong gula  aren;

    Cara membuat: Kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai

    merata;

    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore,

    selama 3 hari berturut-turut.

               

7. Influenza

    Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari;

    Cara membuat: buah kelapa dan kencur diparut, kemudian kedua

    bahan tersebut dicampur merata, ditambah 1 gelas air masak dan

    diperas untuk diambil airnya;

    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.

 

8. Morbili

    Bahan: 2 helai daun kelapa kering, 1/2 genggam daun korokot, 1/2

    rimpang dringo bengle, 1/2 genggam daun petai  cina, adas

    pulawaras secukupnya;

    Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai

    halus;

    Cara mengunakan: digunakan sebagai bedak untuk seluruh tubuh si

    penderita.

 

9. Mengusir cacing kremi

    Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 buah wortel;

    Cara membuat: buah kelapa dan wortel diparut, kemudian kedua

    bahan tersebut dicampur, ditambah 1 gelas air, diperas dan disaring;

    Cara menggunakan: diminum malam hari menjelang tidur.

 

10. Sakit gigi berlubang

     Bahan: tempurung (batok)

     Cara membuat: tempurung kelapa dibakar dan minyak yang keluar

     di pinggir api diambil dengan kapas dan digulung sebesar lubang

     gigi;

     Cara menggunakan : dimasukan ke dalam lubang gigi yang sakit.

 

11. Ubanan

     Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua , air buah kelapa itu sendiri;

     Cara membuat: buah kelapa diparut dan diperas dengan air kelapa

     itu sendiri untuk diambil santannya; kemudian air santan tersebut

     diberi garam secukupnya dan diaduk sampai merata, kemudian

     diembunkan semalam di luar rumah;

     Cara menggunakan: Sebagian dari santan tersebut dipergunakan    

     untuk mengurut bagian yang beruban dan dibiarkan 10 -15 menit,

     sebagian santan lagi dipergunakan untuk keramas secara teratur 3

     hari sekali.

 

12. Ketombe

     Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua dan 1/4 buah nanas, 1 butir jeruk

     nipis, 11/2 gelas air kelapa itu sendiri;

     Cara membuat: buah kelapa  dan nenas diparut untuk diambil

     airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur sampai merata

     dan disaring;

     Cara menggunakan: dipergunakan untuk keramas 5 hari sekali.

 

Komposisi :
Buah kelapa yang sudah tua mengandung kalori yang tinggi, sebesar 359 kal per 100 gram; daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gram dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gram. Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gram. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi. Kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun. Komposisi kandungan zat kimia yang terdapat pada air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa. Kadar air yang terdapat pada buah kelapa sejumlah 95,5 gram dari setiap 100 gram.

→ 2 CommentsKategori: serba-serbi

Wanita adalah Fitnah dunia, wanita adalah racun dunia

Oktober 23, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

.

Dlam perkembangan menuju abad 21 ini, ada prespektif yang cukup menarik yakni kesetaraan Gender yang diwujudkan dengan tingginya wanita karier. Yang disebut wanita karier merupakan wanita dengan pendidikan tinggi yang bekerja secara intensif di kantor-kantor baik sebagai bawahan maupun membawahi banyak bawahan. Mereka adalah produk pendidikan dengan visi emansipasi wanita dan kesetaraan mendapatkan pendidikan dengan laki-laki. Nmaun ada satu hal yang kemudian dikorbankan, yaitu pendidikan kewanitaan seperti menjahit memasak dll, karena pada masa itu anak perempuan selalu memiliki prioritas untuk belajar dan belajsar terus.

Produk pendidikan ini di masa depan akan terpecah menajdi 2 golongan, golongan pertama adalah golongan yang terus meniti karier dan menuju puncak, dan golongan kedua adalah golongan yang kemudian berbelok arah menjadi ibu rumah tangga murni.

Wanita kerier dengan segala pekerjaan dan perjuanganna hingga mendapat apa yang mereka citakan dari awal oleh masyarakat dianggap sebagai seserang yang berhasil, namun di sisi lain tentu ada yang dikorbankan, keluarag misalnya, anak dan lain sebagainya. Namun dengan segala pengertian dari orang terdekat, cita-cita dan apresiasi mereka dapat terwujud dengan jelas.

Di sisi lain ada pula kelompok wanita yang harus bekerja secara kasar, artinya himpitan ekonomi mengharuskan mereka bekerja menjadi buruh, TKI dan lain sebagainya yang sering dianggap sebagai pekerjaan kasar kelas tiga. Mereka selalu mejadi objek yang harus  dibantu padahal boleh jadi mereka merupakan penyumbang kemakmuran tertinggi (karena jumlahnya banyak), namun kelompok wanita ini dianggap sebagai seseorang yang tidak berhasil dan tidak menyumbang apa-apa bagi pembangunan.

Kelompok ketiga adalah kelompok wanita dengan pendidikan tinggi namun mengambil jalur untuk tidak bekerja. Wanita ini biasa disebut dengan ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga sendiri merupakan posisi peling terhormat bagi seorang wanita, karena wanita diberikan kemudahan dan keleluasaan sepenuh-penuhnya oleh suaminya untuk mengurus segala keperluan hidupnya dan anaknya. Ibu-ibu rumah tangga ini yang nantinya akan mencetak generasi unggul yang penuh limpahan kasih saying dari ibunya. Namun kelompok inipun sering mendapat pandangan sebelah mata dari masayarakat. Di sisi lain ilmu yang telah didapat di bangku sekolah menjadi hanya sekian persen yang dimanfaatkan. KOndisi ini yang kemudian menimbulkan perasaan sayang.

Padahal wanita merupakan potensi besar yang patut diperhitungkan terutama dalam ranah dunai informal. Namun sayangnya pesta selalu bubar di belakang, hingar binger kekacauan ada di depan. Rencana baik bias saja gagal di masa depan.

Seorang yang teredukasi dengan baik, entah dia laki-laki atau perempuan berarti telah melakukan investasi untuk masa depannya. Seharusnya investasi yang dilakukan harus dapat balik modal di tahun mendatang. Wanita sebagai sosok yang tangguh dengan kapasitas ibu rumah tangga harus mendapatkan dorongan untuk memiliki visi berkarya. Visi ini cukup penting mengingat kndisi kemakmuran di negri ini belum stabil, langkah-langkah yang harus diambil memang sebaiknnya dilakukan dari dulu, namun penyesalan tidak akan ada gunanya.  

→ Tinggalkan KomentarKategori: WANITA

AKU SAKIT OLEH KEKUATAN KATA-KATA

Oktober 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Aku sakit…sakit sekali…perih…hiks..hiks.., custom message inilah yang aku tulis maghrib tadi setelah bertemu pak fatoni dan dikira saya sakit., hari ini cuma makan mie dan batagor, tidak ada makan nasi hingga malam tadi. Hanya makan gorengan lalu makan nasi, mampir di Ceria beli “you C 1000”.

Yang tejadi kemudian…saya sakit..perih sekali…bukan hanya perut tapi nyeri punggung sebelah kiri yang sudah saya rasakan sejak kemaren..sama sekali tidak bisa tidur. Hingga jam 12 malam saya hanya berguling-guling tidak jelas…anehnya, malam menemani saya dengan segala riuh rendah yang jarang saya dengarkan. Di seberang rumah ada suara palu dipukul-pukul bedrganti-gantian. Hingga selarut itu para tukang bangunan masih bekerja, mengejar deadline mungkin. Kemudian banyak suara di luar yang menemani di tengah kesakitan itu. Hingga aku taktahan dan memutuskan untuk wudhu dan kembali mengisi perut, namun apa daya..sakit takberhenti…perut melilit dan punggung semakin nyeri…tiba-tiba tepat di tengah malam, suara gemuruh angin, kencaaang sekali, seperti berputar-putar di antara atap rumah, riuh rendah suaranya…riuh sekali, bisa kau bayangkan, pusara angin yang kencang ditambah dengan atap seng yang terbuka karena paku lepas…suaranya …gledeng-gledeng-gledeng…dan tiba-tiba hujan….

Ya RObbi…tolonglah hamba, ampuni hamba…beberapa kali air hujan menyiram wajah, karena memang jendela paling atas terlalu tinggi untuk dijangkau untuk ditutup…aku hanya memohon, izinkan saya tidur…Alhamdulillah…tidak berapa lama, setelah saya berselimut…saya tidur dengan baik, walau saya sadar, saya tidak berpindah posisi dalam tidur malam itu, menahan perih di perut saya.

Sama sekali tidak menyangka saya bisa sesakit dan seperih ini…periiiih sekali..dan sakit sekali….apa pemicunya…akhirnya saya ingat, tulisan saya tersebut…tulisan yang terasa sangat menyedihkan dan memerikan, bahkan ada teman yang bertanya..”kenapa mbak, sakit apa?” hingga diualng dua kali….namun saya tidak dapat menjawab apa-apa karena belum terjadi indikasi nyata bahwa saya sakit…hanya memfollow up-I apa yang dinyatakan pak Fatoni (bahwa dia mengira saya sakit). Ingatlah..tulisan adalah senjatamu,…dia wakilmu sebagai mulut. Kekuatan sugestinya luar biasa…maka berpikirlah positif selalu karena dia akan menuntunmu menuju kepada segala hal yang mambawamu pada kebaikan.

→ Tinggalkan KomentarKategori: serba-serbi