PENGKOMPOSAN SAMPAH DAUN DI LINGKUNGAN KAMPUS

Perasaan sedih sering kali tidak aku rasakan. Dan mungkin bukan hanya perasaan sedih yang ingin aku lupakan. Banyak perasaan yang aku abaikan. Normalkah aku? Mungkin aku harus melatih rasaku lebih sering. Jalan-jalan mungkin solusi yang baik.nice

Aku ingin bercerita padamu…kisah sedih atau apa ya? Saat itu aku ingin merasakannya baik-baik saja, karena aku tahu, aku tidak baik-baik saja, bertekad untuk tidak merasakannya dan ternyata hari ini aku ingin membuka luka itu. Tak apalah, karena ini pelajaran, dan apa yang aku katakan waktu itu, bersama teman baikku Dani, terjadi hari ini.

Sebuah lomba karya tulis tingkat universitas aku ikuti. Tema yang kami usung adalah pengkomposan daun ketapang. Tema ini diusung karena keprihatinan yang dating melihat sampah daun yang melimpah ternyata hanya dibakar oleh petugas kebersihan kampus, tidak ada itikad baik dari fakultas untuk memanfaatkannya, padahal dari segi ekonomi sampah daun ini bernilai ekonomis. Lomba tersebut memiliki beberapa persyaratan di antaranya adalah substansi berupa kajian dan boleh berupa hasil observasi, namun bukan penelitian detail. Setelah tema kami setujui, kamipun menemui dosen pembimbing, dan beliau sangat tertarik membimbing kami. Bahan dikumpulkan termasuk observasi kecil-kecilan mengenai kalkulasi sampah daun yang dapat dikompos hingga perhitungan ekonomi. Akhirnya, karya tulis kami selesai dan dapat dikumpulkan tepat waktu.

Beberapa minggu kemudian kami mendapatkan undangan untuk mempresentasikan karya kami di gedung pusat untuk menentukan kelompok yang berhak mewakili universitas dalam kegiatan selanjutnya. Wow, we are so excited. Persiapan dilakukan, menyiapkan presentasi terbaik, berlatih presentasi dan diskusi. Bismillah mantap, dan hari H pun tiba. Presenter pertama memberikan makalahnya mengenai mangrove, presentasinya menjemukan, benar-benar menjemukan, dan mendapatkan kritikan keras dari juri. Begitu juga dengan presentasi kedua yang mempresentasikan hasil penelitian begitu juga presentasi ketiga. Tibalah waktunya bagi kami untuk mempresentasikan. Suasana menjadi hening saat slide pertama tayang, slide kedua dan seterusnya. Presentasi selesai, dan applause kami dapatkan, bahkan seorang juri berkomentar, beginilah seharusnya berpresentasi ini, slidenya bagus dan dibawakan dengan oke, dilanjutkan dengan komentar juri yang terakhir, kepala dewan juri, beliau berkata: beginilah presentasi karya tulis seharusnya, penulisan karya tulisnya bagus, presentasinya bagus, dan di sini bukan menyajikan hasil penelitian tapi hasil observasi, salut dengan kelompok ini, senyap sebentar, bapak juri ini seperti menghela nafas panjang, kompos, tema yang kalian angkat kurang menggigit dan anda tahu karya tulis ini akan dibawa di tingkat nasional. Sial!!!

Aku masih mengingat semua itu, betapa pedihnya….namun lupakan.

Yang terjadi kemudian, composting sekarang menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di S2, recycling sampah menjadi sesuatu yang menarik, dan satu hal yang sangat menghenyakkanku, di Lombok, seorang bule yang sudah tinggal di sana hamper lebih 40 tahun mendedikasikan hidupnya untuk mengkompos sampah daun, dan dia masuk TV!!!! Semangatku terlecut, dan someday, ketika aku juga masuk TV dengan sampah daun, pabrik sampah daun yang berhasil aku kompos, aku akan menceritakan pengalamanku waktu itu dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Dewan Juri tersebut.

Hmmm….that’s All.

Pogung Rejo, 30 Desember 2009

Sedang menunggu sms teman yang janji bayar dagangan…tapi kok…

About these ads

One response to “PENGKOMPOSAN SAMPAH DAUN DI LINGKUNGAN KAMPUS

  1. Bagusnya Sampah daun bisa dibuat bahan bakar pengganti minyak tanah adalah mungkin briket daun

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s