Zulaikhabudiastuti’s Weblog

BAPAK PENELUSUR REL

Oktober 29, 2008 · 1 Komentar

 

Sepanjang malam ….

berjalan sendirian.

menyusuri rel yang tentu berbatu,

penerang lampu kuno, setia menemani, memberikan pencahayaan sekadarnya.

 

Berjalan menyusuri dari satu stasiun ke stasiun berikutnya

Empat buah penambat rel dalam tiap bantalan,

tak pernah luput dari matanya.

Sambungan-sambungan rel, hubungan baut-bautnya…

 

Setiap malam menyusuri rel,

hingga fajar menjemput,

di stasiun berikut.

 

6 mei 2007

Kategori: PUISIKU

1 response so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar