Sepanjang malam ….
berjalan sendirian.
menyusuri rel yang tentu berbatu,
penerang lampu kuno, setia menemani, memberikan pencahayaan sekadarnya.
Berjalan menyusuri dari satu stasiun ke stasiun berikutnya
Empat buah penambat rel dalam tiap bantalan,
tak pernah luput dari matanya.
Sambungan-sambungan rel, hubungan baut-bautnya…
Setiap malam menyusuri rel,
hingga fajar menjemput,
di stasiun berikut.
6 mei 2007
1 response so far ↓
railwaytracker // Mei 12, 2009 pada 5:26 pm |
Semangat Untuk Para JPJ yang tersisihkan….
Berkat jasa anda kami semua bisa melintas