Zulaikhabudiastuti’s Weblog

pensil

Februari 12, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

PENSIL
Saya hanya ingin menggunakan satu kata itu sebagai judul. Pensil…dan saya akan melanjutkannya dnegan “pensil si ajaib”.
JIka kau tahu sesuatu….sesuatu yang menyangkut hal besar, yakni luar angkasa, NASA, pesawat ulang-alik, tanpa gravitasi, penelitian tingkat tinggi….namun jawabannya adalah sesuatu yang sangat simple dan sederhana…PENSIL.
Pada awal penerbangan manusia ke luar angkasa pertama kali, hal yang akan dilakukan adalah penelitian. Dalam penelitian mendasar apapun, hal yang harus dilakukan adalah mencatat. Mencatat yang paling mudah adalah dengan tulisan tangan. Hal mnengejutkan didapatkan para astronot, pulpen dan ballpoint mereka macet, tidak keluar tintanya dan tidak dapat digunakan untuk menulis. Berita ini cukup menghebohkan sehingga peneliti Nasa kemudian mencari alat tulis yang paling sesuai untuk pesawat luar angkasa.
Ball point tidak dapat keluar tintanya karena tidak ada tekanan, sistem kerja ballpoint adalah, harus dalam posisi tegak lurus sehingga tekanan yang diberikan memadai dan tinta pun keluar. Jika di tempat tanpa gravitasi, tidak ada tekanan sehingga tinta ballpoint pun tidak keluar.
Setelah meneliti cukup lama, barulah terpikirkan untuk memakai pensil…..ya, karena pensil jelas-jelas berupa benda padat yang dapat digunakan untuk menggores dengan mudah… PENSIL

→ Leave a CommentKategori: serba-serbi

PLAWAN

Januari 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

PLAWAN, Sebuah Karya Nyata dengan Konsep Kemandirian Masyarakat Menuju Pembangunan Berkelanjutan. Plawan adalah nama luweng/mulut gua vertikal di Desa Giricahyo, Kecamtan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Di bawah luweng ini mengalir sungai bawah tanah pada kedalaman 107 m dari mulut gua. Air sungai ini mengalir sepanjang tahun dengan debit pada musim hujan 200L/detik dan saat musim kemarau 30-40L/detik (dokumen Acintyacunyata Speleological Club dan telah dicek ulang oleh Waterplant Community). Kondisi air secara fisik dan kimia adalah baik, untuk kondisi biologi ditemukan adanya bakteri coli yang dapat dimusnahkan dengan perebusan air yang sempurna sebelum dikonsumsi. Kekayaan bawah tanah ini ternyata tidak dapat dinikmati oleh masyarakat desa karena setiap musim kemarau mereka masih mengalami kekurangan air. Gunung Kidul dengan batuan karst menjadikan air hujan yang turun setiap musim hujan tidak dapat disimpan dalam tanah. Air hujan langsung lolos menuju sungai-sungai bawah tanah yang dalam namun di antara ruas sungai ini biasanya terdapat lubang yang dikenal sebagai gua atau luweng untuk mencapai sungai tersebut. Selama ini masyarakat mencukupi kebutuhan air dengan menampung air hujan dalam bak Penampungan Air Hujan (PAH) (yang akan menjadi persediaan air di musim kemarau) atau mengambil air telaga (yang dasar telaganya kedap air sehingga saat musim hujan telaga terisi air penuh dan dapat dimanfaatkan saat musim kemarau), namun di detik-detik terakhir musim kemarau, kekurangan air sangat menghimpit dan satu-satunya cara yang dilakukan adalah membeli air tangki dari pihak swasta. Dalam kondisi semacam ini bantuan drop air dari pemerintah juga selalu tiba, namun juga selalu kurang. Masyarakat desa Giricahyo sudah sangat familier dengan keadaan ini, namun lagu lama ini tidak boleh berlarut-larut dibiarkan, toh potensi air sebenarnya dimiliki desa ini. Jika dibiarkan berlarut-larut maka masyarakat tidak akan berkembang dan hanya bekerja keras di musim hujan untuk hidup di musim kemarau, di sisi lain pemerintah juga akan selalu memiliki pekerjaan rumah besar tiap tahun untuk memberikan bantuan. Perubahan harus dilakukan. Ada beberapa opsi untuk perubahan, opsi pertama; memberikan bantuan PAH yang cukup kepada masyarakat, opsi kedua; memberikan bantuan air setiap musim kemarau, opsi ketiga; melakukan pengangkatan air gua plawan. Dari ketiga opsi di atas masyarakat memandang bahwa pengangkatan air gua plawan merupakan opsi terbaik, karena air yang mengalir deras tentu dapat memenuhi kebutuhan air seluruh masyarakat desa. Ide pengangkatan air tidak dapat serta merta diwujudkan dan ditangani dengan cara-cara konvensional. Diperlukan banyak pendekatan untuk mewujudkannya. Pendekatan pertama adalah pendekatan teknis; apakah air sungai dengan debit 30-40L/detik dapat mencukupi kebutuhan penduduk satu desa, infrastruktur apa yang harus dibagun untuk mengalirkan air ini, dan yang paling penting adalah energi pengangkatan yang akan digunakan. Pendekatan kedua adalah pendekatan nonteknis, membahas siapa yang akan mendanai pembangunannya, diperlukan kerja sama antarsiapa, dan siapa yang akan merawat instalasi ini hingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat selama-lamanya. Pendekatan ketiga adalah aspek lingkungan yang harus dijaga ketika sumber air diambil oleh masyarakat. Aspek-aspek inilah yang kemudian mengerucut kepada keinginan memandirikan masyarakat Desa Giricahyo pascapembangunan instalasi dengan rentang waktu panjang dan jika terjadi kerusakan terhadap sistem ataupun infrastrukturnya masyarakat dapat memperbaiki. Pendekatan terhadap aspek teknis diwujudkan dalam infrastruktur inovatif namun memiliki teknologi yang ramah terhadap pendidikan, kehidupan, dan ekonomi masyarakat desa. Artinya, teknologi ini mudah dipahami dan dioperasikan masyarakat desa yang sesuai dengan tingkat pendidikan mereka dan tidak memberatkan dari sisi ekonomi. Dengan pertimbangan ini maka diputuskanlah untuk menggunakan teknologi energi surya sebagai energi utama pengangkatan. Secara teknis energi ini sangat ramah lingkungan karena tidak memakan bahan bakar minyak dan memanfaatkan sumber energi matahari secara optimal. Secara geografis letak Plawan di atas bukit sangat memungkinkan sel surya dibangun karena di lokasi ini matahari sangat melimpah. Pendekatan terhadap aspek kedua diwujudkan dengan menjalin kerja sama antara masyarakat Desa Giricahyo sebagai subyek dan obyek pembangunan, pemerintah Kabupaten Gunung Kidul sebagai pemberi dana, mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai mediator dan pelaksana di lapangan mendampingi masyarakat. Dalam perkembangannya cakupan stakeholder yang bekerja sama menjadi lebar meliputi Departemen Pekerjaan Umum yang mendanai pengadaan sel surya dan PT. Wijaya Karya Intrade yang menyediakan jasa pengadaan sel surya tersebut, serta berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Selain itu juga dibentuk suatu badan yang akan dilatih untuk dapat mengelola infrastruktur yang dibangun. Badan yang dibentuk adalah badan serupa PDAM dengan semangat paguyuban ala pedesaan. Badan ini diberi nama OKAM (Organisasi Kelola Air Mandiri) yang beranggotakan warga desa Giricahyo. OKAM berdiri dan dilatih dengan ketrampilan yang diperlukan sebuah organisasi profesional untuk mengelola suatu investasi. Mereka terlibat aktif dalam pembangunan hingga pengoperasian. OKAM ini juga akan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan di sekitar luweng dengan tetap menjaga kehijuannya dan tetap menjadikannya sebagai daerah lolos air, penyuplai air di sungai bawah tanah. Pada tahun 2006 langkah-langkah mewujudkan konsep-konsep di atas mulai dilaksanakan dengan penerjunan mahasiswa UGM dalam wadah Kuliah Kerja Nyata dan pendekatan nonteknis berupa pembentukan OKAM yang telah memiliki dasar hukum pendirian (termaktub dalam keputusan desa) dan telah mendapatkan berbagai latihan organisasi dan bergabung dalam pertemuan dengan stakeholder lain serta aktif saat proses pembangunan berjalan. Dalam rentang 2006-2008 awal dilakukan pembangunan instalasi dan infrastruktur pengangkatan air. Alhasil di Desa Giricahyo telah berdiri instalasi sel surya dan pengangkatan air beserta kelengkapananya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Inilah satu contoh aplikasi konsep pembangunan berkelanjutan yang memanfaatkan potensi bumi dengan ilmu, teknologi, dan kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi lokal ditanggapi dengan kearifan lokal untuk memecahkan masalah, yang menuntut sikap proaktif masyarakat yang ingin mandiri dan sejahtera serta inisiatif pihak yang akan membantu. Konsep ini sangat tepat diterapkan untuk memecahkan berbagai masalah serupa yang masih dihadapi oleh sebagaian masyarakat Indonesia. (sumber: waterplant community (www.airguaplawan.net)).

 

tulisan ini pernah iseng diikutkan lomba…gak menang tapi…

dengan tulisan ini, namaku jadi muncul di internet…coba googling “zulaikha budi astuti” nanti akan ketemu nama saya di deret paling bawah, sebagai partisipan (kan nama saya dimulai dari “Z)….jadi bertekad, setiap tahun harus ada tulisan yang dipublikasukan…hehehe….

menulis juga harus disiplin

→ Leave a CommentKategori: Uncategorized

jakarta..oh…jakarta

Januari 28, 2009 · 1 Komentar

Melihat kendaraan bermotor berduyun-duyun mengisi ruagn kosong di jalanan Jakarta, ingatanku kemabali melayang pada waktu pertama kali aku ke Jakarta. Waktu itu aku masih kecil, melihat jalanan Jakarta yang super duper macet, akupun bersumpah, tidak akan tinggal di Jakarta….kemudian ingatanku kembali pada sosok Dana, yang menceritakan kehidupa Jakarta, bahwa di Jakarta yang dipertaruhkan bukan lagi jarak melainkan waktu…kenapa? Karena yang bisa jadi jaraknya hanya pendek, namun harus ditempuh dalam waktu berjam-jam karena MACET.

Namun apalah diriku hari ini?? Aku menjadi korban sekaligus tersengka pelaku kemacetan!!!!

Sekali lagi aku berpikir…mengapa tiba-tiba manusia menjadi banyak, membutuhkan pekerjaan, namun kadang meminta pekerjaan yang nyante..ataukah..memang demikian, ataukah mutu manusia sudah berkurang?? Perumpamaannya jika dulu pekerjaan A hanya perlu dikerjakan oleh satu orang, saat ini pekerjaan A ini harus dikerjakan oleh lima orang, sehingga pekerjaan ini hanya menjadi A/5.

Atau bisa jadi waktu menjaid semakin pendek, sehingga memang harus dibagi-bagi??

 

Analisisku masih sangat dangkal, mohon dilengkapi.

→ 1 CommentKategori: Uncategorized

MAKAN

Januari 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Orang Eropa dan Amerika menjadikan daging, susu, telor, keju sebagai makanan pokok. Makanan-makanan ini secara tidak langsung merubah tabiat mereka. Menjadi lebih hangat dan panas dan tentu saja mempengaruhi tingkat emosi. Melihat hal ini masyarakat Hindu dan Budha, melakukan suatu gebrakan…VEGETARIAN. Konon, veggie merupakan langkah terbaik untuk menajdi manusia revolusionir, tapi ternyata menjadi vegi murni juga banyak kendalanya….dan ada efek negatifnya… Dalam Islam, makanlah ketika kamu lapar, dan berhentilah makan sebelum kamu kenyang. Begitu perintah rasulullah. Intinya adalah tidak berlebih-lebihan. Islam menganjurkan makan sayur dan Islam membolehkan makan daging, bukankah ada masa kurban saat kita diperintahkan untuk bersedekah daging dan memakan sedikit?? Perintah ini mengindikasikan bahwa setahun sekali muslim, fakir miskin dapat menikmati hidangan lezat, yaitu daging kurban. Jika ada komentar, tidak setuju, dll..dipersilahkan

→ Leave a CommentKategori: Uncategorized

MINYAK TAWON

Januari 28, 2009 · 2 Komentar

 

Minyak tawon adalah minyak yang cukup melegenda di lingkungan keluargaku. Minyak ampuh yang bisa mengobati banyak penyakit. Dari pegel-pegel sampai sariawan, pokoknya Mantap!!

Minyak ini tidak begitu panas. Rasanya hanya hangat namun berkhasiat, mungkin karena ramuan jamu yang ada di dalamnya. SAya sendiri termasuk orang yang gampang capek, namun jika siang saya jalan jauh dan malamnya “diblonyo” dengan minyak tawon, tidur pulas dan keesokan paginya, tidak bakalan terasa capek. Waktu survey lapangan minyak tawon menjadi senjata ampuh penghancur asam laktat plus obat nyamuk karena kandungan ‘sereh’ nya.

Minyak tawon sebenarnya bernama “Minyak Cap Tawon”, tapi karena lebih mudah menyebutnya dengan dua kata, jadilah nama “Minyak Tawon”.

Ini bukan iklan, namun sekedar bercerita tentang minyak legenda ini.

→ 2 CommentsKategori: obat tradisional

RAHASIA ILLAHI UNTUK SEPASANG KEKASIH

Nopember 10, 2008 · 1 Komentar

Dalam perjalanan satu malam dari Ternate menuju Pulau Bacan, dengan menggunakan kapal ferry, kami berangkat jam 9 malam dengan tiket Rp100.000 untuk mendapatkan tempat tidur, saya bertemu dengan sepasang kekasih. Perempuannya dari Ambon, dan sang lelaki dari Pulau Bacan. Waktu itu si perempuan sakit perut, perut bagian bawahnya kesakitan, aku pikir usus buntu karena sudah merasa sakit hamper 2 bulan dan aku sudah menanyakannya pada temanku yang dokter. Makanya aku wanti-wanti untuk segera diperiksa ke dokter. Setelah bak pahlawan aku menasihati demikian dan aku beri minyak kayu putih untuk meredakan sakitnya (setidaknya rasa sakit akan tertutupi rasa hangat minyak kayu putih), tiba-tiba temanku sms, sebelah kiri apa sebelah kanan, kalo sebelah ….… berarti bukan usus buntu, maaakkk diagnosis salah, sudah deh, pura-pura tidur saja. Syukurnya semalaman dalam perjalanan itu sang perempuan tidak apa-apa. Cinta pertama, sang lelaki hendak mengenalkan perempuannya yang datang jauh-jauh dari Ambon menuju Ternate untuk dikenalkan orang tuanya yang di Bacan melalui waktu di kapal 9 jam (saya tidak bertanya di mana mereka bertemu).

Dalam perjalanan mobil arah Bintaro-Condet setelah melayat mbah kakung ahsan, bulikku menceritakan sebuah kisah cinta yang, tidak dapat dilukiskan dan dicarikan padanan katanya. Semua rasa dan warna tercampur dalam kisah ini. Terkisah sang perempuan dan sang lelaki berkenalan sejak SMU, menjalin cinta nanindah, kedua keluarga sudah sangat bahagia. Namun suatu hari, sang perempuan terkena serangan jantung. Serangan jantung di usia yang begitu muda, sekitar 20-an. Saya tidak tahu apa sebab serangan jantung tersebut dan apa yang dirasakan sang perempuan dan sang lelaki mendapati kenyataan ini, yang saya tahu adalah, ayah sang perempuan jatuh sakit, sakit karena berpikir bahwa sang lelaki akan meninggalkan putrinya setelah mengetahui kondisi sang perempuan. Namun ternyata, sebuah bisikan diucapkan di telinga sang ayah, “Bapak, putrimu sudah dilamar, hari H dia akan menikah dengan calon menantu kesayanganmu”. Bisikan ini adalah bisiskan terakhir, karena setelah itu, sang ayah meninggal dengan bahagia. Pascakematian sang ayah, pernikahanpun digelar. Jangan dianggap pernikahan berjalan mulus, karena sang lelaki mendapatkan tantangan keras dari kakak tertua yang telah menjaganya selama ini setelah kedua orang tuanya meninggal.

Sejak pernikahan itu, hidup susah senang dijalani berdua, hingga terlahirlah 3 orang anak laki-laki yang indah. 3 malaikat yang amat sangat tidak mungkin dilahirkan oleh penderita jantung. Dalam perjalanan waktunya, setelah semua putranya besar dan mandiri, Allah mencukupkan bonus waktu yang telah diberikan pada sang perempuan. Allah begitu mencintainya sehingga Dia ingin segera bertemu kekasihnya. Dalam suatu sore di penghujung hari Jumat, sang lelaki mengalami sakit perut hebat, dan diujung tempat yang lain, sang perempuan menyongsong kekasihnya yang Abadi.

Duhai Allah, lapangkanlah segala hal untuk sang perempuan dan berilah kemudahan di dunia untuk sang lelaki dan 3 putra mereka.

Satu kisah lagi ingin aku ceritakan, persiapan pernikahan telah digelar di dua tempat, Jakarta dan Pulau Toboti, Papua. Tinggal menghitung hari 9 November 2008. Namun di malam tanggal 7, waktu terasa berhenti, TIDAK ADA PERNIKAHAN.

Pernikahan Ambon-Papua dengan latar belakang budaya yang hampir sama dan dari latar belekang kristiani yang mirip, namun berbeda secara prinsipil. Pernikahan batal karena kedua pengantin dan keluarga berbeda mazhab kristianinya.

Tidak tahu bagaimana rasanya, dan apa yang akan dilakukan oleh keduanya, namun…saya hanya bisa berjanji akan menuliskan ceritanya.

Jakarta, 8 November 2008…mentari pagi yang berwarna kuning, menyinari kamarku pagi ini, diiringi denting, tentang seseorang, dan I’m Falling in love dari Melly.

→ 1 CommentKategori: JODOH

PRESENSI ≥ 70 %

Nopember 7, 2008 · 2 Komentar

“Mumpung masih mahasiswa Anda boleh melakukan kesalahan, tapi kalau Anda sudah jadi Sarjana tidak bisa dan tidak boleh melakukan kesalahan”, kata seorang dosen saya.

Pernyataan di atas dalam beberapa detik  akan membuat siapa pun yang membaca dan mendengarnya untuk berpikir. Mahasiswa itu memang anak besar yang sudah melepas baju seragamnya untuk dapat disejajarkan dengan orang dewasa. Mahasiswa itu bukan lagi siswa yang harus selalu dituntun oleh ibu atau bapak guru. Mahasiswa adalah maha-nya siswa yang sudah mandiri dan bisa bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya. Mahasiswa adalah siswa yang mempelajari ilmu khusus dan dia akan menjadi orang yang paling menguasai ilmu dan bidang yang dia ambil di bangku kuliah. Inilah beberapa definisi mahasiswa yang saat ini berkembang di dunia mahasiswa.

Mahasiswa  mandiri artinya mahasiswa harus bertanggung jawab dengan apa yang akan, sedang, dan telah dilakukannya. Dalam dunia kemahasiswaan Indonesia, seorang mahasiswa akan didampingi oleh seorang dosen pembinbing akademik. Dosen ini yang akan memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan mahasiswa dalam menyusun rencana studinya. Mahasiswa dipersilakan sebebas-bebasnya untuk merencanakan studinya. Jika dia ingin cepat lulus, hanya satu syaratnya IP tinggi. IP tinggi adalah modal utama untuk dapat mengambil mata kuliah yang lebih banyak di semester depan.Kesempatan mengambil kuliah di semester atas berarti semester berikutnya beban studi akan  berkurang atau bisa mengambil kuliah semester atas lainnya. Namun jika mahasiswa yang bersangkutan tidak berkenan unutk mengambil jalan cepat lulus tersebut, juga dipersilakan. Dosen pembimbing kadang memang bisa membujuk namun segala keputusan ada di tangan mahasiswa.

Pertimbangan mengambil mata kuliah banyak atau sedikit ini juga dipengaruhi  kesibukan mahasiswa yang bersangkutan. Konsekuensi mengambil mata kuliah banyak adalah banyak tugas, banyak kuliah, banyak ujian dan quiz., serta praktikum. Semua rangkaian kegiatan ini tidak boleh dan tidak bisa dilewati. Melewatkan satu item pekerjaan bisa jadi tidak bisa yudisium dan lulus. Rangkaian kegiatan inilah yang diharapkan akan membuat mahasiswa mengerti dan menguasai dengan baik  mata kuliah yang diberikan.

Kuliah berarti bertemu dengan dosen. Dosen dalah akademisi yang dengan tri dharma- nya mengabdi pada kampus dan masyarakat adalah orang yang menguasai ilmu yang digeluti dengan amat baik. Pengalaman di lapangan, banyaknya referensi yang menjadi pedoman, serta permasalahn yang  ditemui  lapangan menjadikan dosen nara sumber tiada henti bagi mahasiswanya. Kesempatan mahasiswa dengan dosen untuk berinteraksi dan berdiskusi adalah kesempatan emas mahasiswa unutk memperluas cakrawala pengetahuannya terutama pengetahuan aplikatif yang sedikit sekali didapatkan dari buku. Salah satu momen interaksi ini adalah dengan mengikuti kuliah  dosen.

Praktikum adalah yang menjembatani penguasaan teori dan praktek di lapangan. Apa yang dilakukan di laboratorium, tes apa saja yang dilakukan di sana akan menjadi pedoman dan  mahasiswa yang akan terjun bekerja di lapangan nantinya. Dengan praktikum inilah mahasiswa bisa mencocokkan teori yang didapatkan di kuliah.

Buku dan perpustakaan adalah referensi yang sangat krusial bagi mahasiswa, begitu juga dengan internet. Perluasan ilmu dan pendalaman ilmu bisa didapatkan dari sini, namun tetap ada poin-poin yang harus disampaikan oleh orang yang berpengalaman. Estimasi, asumsi, pemikiran, dan sense dalam penetuan keputusan aplikatif kadang belum bisa ditentukan hanya dengan melihat buku, harus ada orang yang menuntun dan memberikan pengertian. Inilah sebenarnya titik berat dan alasan kenapa kuliah diadakan.

Konsekuensi menjadi mahasiswa adalah kuliah, namun pengertian bahwa mahasiswa sudah mandiri kadang dijadikan tameng untuk tidak mengikuti kuliah seorang dosen. Ada memang mahasiswa yang tidak kuliah sekali pun namun pada saat ujian dia mendapatkan skor tinggi dan untuk kasus seperti ini memang dimaklumi karena dia adalah mahasiswa yang jenius, namun yang terjadi sekarang adalah pemahaman keilmuan mahasiswa yang menurun. DisInyalir terjadi penurunana kualitas mahasisawa. Penyebab penurunan kualitas ini disinyalir puala adalah ketidakhadiran mahasiswa di kelas untuk bertemu dengan dosen. Dengan demikian kulitas sebuah perguruan tinggi menjadi terancam, bukankah prestasi mahasiswa adalah ujung tombak kualitas sebuah perguruan tinggi??

Universitas Gadjah Mada merespon maslah ini dengan program “Jaminan Mutu”. Secara garis besar program ini akan mengawasi proses pendidikan di universitas agar memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Kebijakan ini akhirnya diikuti dengan kebijakan presensi  ≥ 70 %. Kebijakan ini sudah ada sejak tahun 2002, namun di beebrapa fakultas kebijakan ini hanya dipasang, ditempel layaknya pengumuman, namun walau demikian waktu itu hanya menjadi wacana, kebijakan tersebut tidak diterapkan,  baru pada tahun 2005 kemarin kebijakan ini diterapkan. Terasa aneh ketika kebijakan baru yang selama dua tahun tidak diberlakukan secara mendadak diberlakukan, shock terapi mungkin, namun dampak yang terjadi begitu besar, konsekuensi tidak memenuhi kuota ini adalah tidak dikeluarkannya nilai mata kuliah yang diambil walaupun dosen pengampu memberi nilai, walaupun nilai yang diberikan adalah A. Hingga saat itu akhirnya mahasiswa tidak bisa berbuat apa-apa walau nilainya A, nilai tetap tidak bisa keluar dan harus menunggu tahun depan.

Peraturan demikian memang perlu, terbukti, sejak kontroversi presensi tersebut kelas pun menjadi ramai, banyak mahasiswa datang untuk mengikuti kelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa cukup apreciate dengan kebijakan ini namun ini juga tidak berlangsung lama. Mahasiswa kembali ke kehidupan normalnya, yang kadang, kadang, kadang tidak masuk. Kondisi ini menjadi semakin tidak baik karena fenomena titip absen kembali marak. Arti titip absen adalah berbohong, namun jika tidak demikian tidak bisa ujian dan nilai tidak keluar. Dilematis.Haruskah kampus memiliki  kamera di setiap kelas unutk merekam mahasiswanya, haruskah kampus memiliki security guard electronics, yang akan mendeteksi setiap mahasiswa dengan sidik jarinya??

Presensi ≥ 70 % memang kontroversi, namun sebuah kenyataan kenapa mahasiswa sering tidak menghadiri kuliah juga perlu dicari solusinya. Hingga saat ini dengan 144 SKS yang ditempuh selama 4 tahun mahasiswa masih harus mengikuti kuliah hingga semester 7. Padahal di negara lain masa kuliahnya semakin memendek.  Kuliah antara hak dan kewajiban memang perlu dipertanyakan. Seorang mahasiswa memabayar biaya pendidikan berarti dia membayar fasilitas yang akan dinikmatinya selama kuliah, termasuk mendapatkan penyampaian materi yang menarik dari seorang dosen. Yang terjadi kemudian mahasiswa kadang enggan mengambil haknya tersebut.

 

Salam…sebuah renungan pascanilai A saya untuk mata kuliah Jalan Rel, B untuk mata kuliah SBB3, dan nilai A untuk mata kuliah Baja 2 tidak keluar, karena presensi saya tidak memenuhi 70% secara otentik. Padahal saya mengikuti kuliah dengan rajin, dan enggan titip absen, mungkin waktu itu saya sibuk sekali jadi saya melewatkan hitungan jatah bolos saya, yang harusnya 4 karena terlalu sibuk lupa menghitung, jadi saya bolos 5 kali.

 

 

→ 2 CommentsKategori: RENUNGAN

BAPAK PENELUSUR REL

Oktober 29, 2008 · 1 Komentar

 

Sepanjang malam ….

berjalan sendirian.

menyusuri rel yang tentu berbatu,

penerang lampu kuno, setia menemani, memberikan pencahayaan sekadarnya.

 

Berjalan menyusuri dari satu stasiun ke stasiun berikutnya

Empat buah penambat rel dalam tiap bantalan,

tak pernah luput dari matanya.

Sambungan-sambungan rel, hubungan baut-bautnya…

 

Setiap malam menyusuri rel,

hingga fajar menjemput,

di stasiun berikut.

 

6 mei 2007

→ 1 CommentKategori: PUISIKU

Naik Kereta Api tut…tut…tut…

Oktober 29, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Liburan besok aku diajak Pamanku jalan-jalan. Pamanku bernama paman Anton. Ia baru saja datang dari Jogja. Kata ibuku, dia dahulu bersekolah di Teknik Sipil!!!. Apa ya Teknik Sipil itu???? Setahuku sipil itu artinya mudah sekali dalam Bahasa Jawa. Tetapi kemarin, aku melihat pamanku mencoret-coret kertas besar dengan penggaris besar, wahh pasti susah sekolahnya. Keren ya pamanku.

Emmm… besok jalan-jalan, senangnyaJ. Tapi,,,aku belum tahu ke mana kami akan pergi. Enaknya kalau aku tahu ke mana akan pergi, jadi aku bisa membayangkan asyiknya perjalanan besok!!. Ah, sebaiknya aku tanyakan saja langsung ke Paman Anton. Kalau begitu aku ke kamar Paman Anton dulu ah.

Setelah keluar dari kamar Paman Anton…

Ya…paman tidak mau memberitahuku. Kira-kira apa yang akan terjadi  besok pagi? kami mau ke mana? akankah besok menjadi jalan-jalan yang menyenangkan??? Tak apalah yang penting besok pagi aku akan jalan-jalan. Aku harus tidur sekarang. Paman tadi pesan kepadaku agar besok bangun pagi dan kami harus berangkat sehabis sholat shubuh di masjid.

Keesokan paginya, selepas sholat shubuh dan siap berangkat.

Pagi yang cerah dan paman telah menungguku di teras depan. Paman tersenyum padaku dan berjalanlah kami berdua menyusuri gang menuju pemberhentian bis. Lumayan panjang sih gangnya, capek. Di dekat rumah ada pangkalan ojek yang biasa digunakan penduduk kampung menuju jalan besar. Biasanya aku ke sekolah juga naik ojek. Bapak-bapak ojek di sini sangat rajin jam 5 pagi sudah siap di pangkalan menunggu penumpang. Enaknya naik  ojek ke halte depan, tapi kata paman  jalan kaki saja lebih hemat, lebih sehat, dan tidak menimbulkan polusi. Okelah paman aku akan menurut. Tapi tunggu, polusi???? Di buku IPA- ku polusi itu artinya apa ya??? Aduh ingatanku,,,, ya polusi itukan pencemaran. Naik ojek mengeluarkan asap kendaraan, baunya tidak enak dan bikin sesak napas.

Sesampai di ujung gang kami harus menyebrangi jalan. Seperti  biasa, tengok kanan kiri dan gunakan zebra cross!!! Wuih sepi banget jalanya, kaya jadi raja jalanan, aku bisa main bola di sini pikirku. Pagi-pagi begini belum banyak kendaraan berlalu lalang. Senangnya, tapi kenapa aku harus tetap menyebrang di zebra cross??? “Uh paman, jalan menuju zebra cross kan lima langkah dari ujung gang, sepi gini kenapa harus…..” kataku sebelum diputus oleh pamanku. ”Kamu harus mematuhi peraturan kapan dan di manapun, melanggar peraturan itu seperti mencuri buah rambutan tetangga, tidak enakkan rasanya??”, kata Paman Anton tiba-tiba. Terbengong-bengong aku mendengarnya, “Tapi… oke deh paman, aku setuju dengan paman”.

Turun dari bis.

Di mana nih…kok bangunannya tua banget. Ada palang sepur dan ……..STASIUN BALAPAN SOLO. Ooo  paman mengajakku jalan-jalan naik kereta api!!! Naik kereta api tut…tut…. Senangnya… aku bisa crita ke teman-temanku nanti. Pasti menyenangkan.

Masuk di gedung stasiun aku melihat kaca-kaca besar. Di atas kaca-kaca besar itu ada nama-nama “LOKET 1 KA SENJA UTAMA, LOKET II PRAMEKS (Jogja-Solo) dll”  Di dalam kaca itu ada bapak-bapak dan ibu-ibu petugas yang melayani antrian. Sekarang aku sudah ada di antrian loket KA PRAMEKS. Prameks tujuan Jogja. Hah!!!, paman membeli 2 tiket tujuan jogja, satu untukku dan satu untuknya. Aku melihat harga tiketnya masing-masing Rp7.000,00. Yes!! aku jalan-jalan naik kereta ke Jogja. Aduh pamanku baik sekali. Aku senang sekali, untuk pertama kalinya aku naik kereta. Hatiku berdebar saking senangnya J.

Saat paman mau masuk ke peron, eh peron apaan ya??? Kata pamanku tempat naik kereta namanya peron.  Dia menyerahkan tiket kepada petugas. Karena aku jalan di belakangnya, aku juga menyerahkan tiketku pada petugas itu. Ada coretan pulpen di tiket itu. “ Petugas itu melakukan pemeriksaan tiket awal, nanti di atas kereta akan diperiksa lagi tiket kita. Kamu tahu tidak nama pemimpin perjalanan kereta api??”, tanya paman. “Kondektur”, jawabku bersemangat. Jawaban yang memuaskan kata paman.

Paman melihat sekeliling peron dan mengajakku duduk sebentar,  menunggu kereta di bangku peron. Di sana ada banyak jalur kereta api. Ada jalur 1, 2, 3, sampai 5 dan di seberang bangunan ada peron 6. Eh ada satu gerbong melintas. “ Itu bukan gerbong, itu lokomotif, lokomotif itu hendak langsir.”, kata paman. Aku  tadi melihat gerbong itu, eh bukan lokomotif itu  ada di jalur 5, sekarang sudah ada di jalur 4. Mungkin langsir artinya pindah jalur. Tapi lokomotif itu apaan?? Di jalur 4 ada gerbong berjejer-jejer tapi kok ada yang kurang, emmm ternyata lokomotif tadi nyambung di depan gerbong dan jadi kepala kereta. Jadi lokomotif itu kepala kereta.

Kereta Prambanan Ekspress akan segera tiba di jalur 3, untuk para penumpang Prameks diharapkan segera menyiapkan diri di jalur 3”. Ada suara pengumuman kedatangan kereta api, dan itu prameks!!! Keretaku J. Serta merta aku mengikuti pamanku menuju jalur 3. Tettt….tetttt, bunyi klakson kereta Prameks. Lho kok teett…teeet bunyi klakson. Keretanya tidak mengeluarkan asap. Ah entahlah, akhirnya kereta berhenti dan kami bersiap naik. Keretanya warna kuning dan bangkunya ada di pinggir jendela, jadi kami bisa melihat wajah seluruh penumpang di bangku depan kami. Hmm tepat pukul 5.45 WIB kereta berangkat.  Kereta Prambanan Ekspress tujuan Klaten, Lempuyangan, Jogjakarta, siap diberangkatkan”.

Pemandangan yang indah, sawah, gunung, jalan, hmmm… asyik sekali naik kereta. Ceklik-ceklik, suara apa itu??? Ada bapak berseragam yang meminta tiket kami. Aku tahu!!! itu Bapak kondektur, dia pasti hendak memeriksa tiket kami. Tidak sabar aku menanti dia menghampiri tempat kami duduk. Tiket sudah aku siapkan di tanganku. Pak kondektur menghampiri pamanku dan tiketnya dilobangi. Nah sekarang giliranku, tiketku dilobangi juga,,,inilah pemeriksaan tiket kereta api. Kalau aku lupa membeli tiket aku akan didenda 5 kali harga tiket. Begitu bunyi papan peringatan besar di stasiun tadi yang aku baca. Wahhh… bisa habis uang sakuku 3 bulan. Hari ini aku belajar satu hal penting, setiap pergi naik kereta jangan lupa membeli tiket di stasiun!!!.

Stasiun demi stasiun telah kulalui, sampailah aku di stasiun Tugu Yogyakarta. Karena masih terlalu pagi, Paman mengajakku sarapan soto di depan stasiun sambil menunggu toko-toko di malioboro buka. Emmm…perjalanan yang menyenangkan, naik kereta api tut..tut..eh, tadi kan tet..tet…kata paman kereta Prameks bukan kereta api tapi kereta diesel dan coba perhatikan tulisan besar di gerbongnya pasti ada kode KD artinya kereta diesel.

Terima kasih Paman Anton J.

 

 

Zulaikha Budi Astuti

Penulis tinggal di Yogyakarta dan Solo.

 

Tulisan ini dibuat sebagai usaha untuk memperbaiki persoalan transportasi di Indonesia dengan menanamkan pendidikan etika dan moral pada diri anak-anak.

 

→ Leave a CommentKategori: untuk anak-anak

Menikahlah kamu maka kamu akan merasa tentram (sebuah renungan)

Oktober 29, 2008 · 1 Komentar

 

 Episode jatuh cinta adalah episode yang paling dinanti oleh banyak orang dalam setiap cerita. Bagaimana kedua insan saling menurunkan ego dan mengatakan “duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah…seluruh cintamu, rindumu, tulus hatimu..” nah menurutmu inikah esensi cinta itu? Meluruhkan asa pada yang dicinta. Hal ini yang diajarkan dalam agama bahwa kekasaih utama kita adalah Allah, yang kepadanya kita bisa mengadu banyak dan menceritakan apa saja tanpa merasa takut akan terbongkar, merasa aman dan nyaman bersamanya…itulah esensi cinta.

Pagi ini saya bertorika kepada temanku, seorang calon dokter, teman SMU ku. Setelah semalam saya memakai custom message “putus asa” di YM (yah semalam saya ngeblank—bingung—dan hampir putus asa). Teman saya bertanya, “ada apa ini, kok putus asa??itu tulisan di offline messagenya”, dan saya balas…”fiuh..entahlah, saya sedang berpikir bahwa semakin lama hidup ini semakin sulit, semakin dewasa, tanggung jawab yang dipikul juga semakin berat…susah sekali menjadi dewasa, mungkin karena baban hidup yang semakin berat inilah maka Allah memerintahkan untuk menikah, sehingga setiedaknya beban hidup bisa dibagi berdua, karena sesungguhnya manusia itu memiliki perasaan, dan dengan memainkan perasaan maka hidupnya akan menjadi berwarna dan berasa”.

Teman saya hanya berkomentar, mellow sekali….

Catatan Hati

Dalam setiap asa yang kita batin, itulah catatan hati…catatan yang akan membuat kita tergerak melakukan sesuatu yang cenderung pada catatan tersebut.

Dalam satu titik saya pernah merasa sangat capek dan ingin tidur, namun ternyata badan dan mata tidak dapat diajak berkompromi, karena tidak mau terlelap

→ 1 CommentKategori: JODOH