Zulaikhabudiastuti’s Weblog

CURHAT

September 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Apakah sekolah lagi di saat sekarang menjadi penghambat seseorang untuk menikah? Tahun ini, saya mengajukan beasiswa S2. Alasan pengajuan ini adalah: Sesuai dengan cita-citaku, Cukuplah dua tahun aku bekerja di Om Haris (bekerja dua tahun di sini adalah pemenuhan janjiku kepadanya dan tentu saja caraku membayar kesalahan di tahun pertama, walau aku tidak pernah mau mengakuinya..fiuhh..begitu berat), Aku selalu gagal dalam seleksi PNS dan kerja yang aku ikuti, dan beasiswa S2 aku harapkan akan menjadi titik balik kehidupanku unutk menata hidup. Seperti melarikan diri dari kehidupan nyata…tapi ini harus dilakukan, aku harus sembodo dengan perkataanku… Tapi ternyata, rencana ini justru membuyarkan sebuah cita-cita yang lebih besar, menikah…sedikit heran, mengapa orang yang melamar S2 dan sedang sekolah menjadi kendala untuk menikah? Bagi saya, saat sekolah S2 lalu menikah, itu bukanlah soal. Tiba-tiba wacana saya akan sekolah menjadi penghambat terbesar untuk mempertemukan saya dengan seseorang…aneh… mmm…dan dengan alas an yang sama, seorang teman pria pernah mengurungkan niat untuk melamar seorang gadis yang sedang menunggu aplikasi beasiswa S2 nya…kemudian, diputuskan dia mengatakannya…dan ternyata pinangannya diterima. Sepertinya sangat mudah menaklukan hati seorang wanita… Lebih menyenangkan berada dalam kepastian dari pada tidak. Dan salah satu kepastian adalah menikah…walaupun itu berarti berada dalam tahapan ketidakpastian berikutnya..

→ Tinggalkan KomentarKategori: JODOH

TOPO DADE

September 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ketemu artis…let me tell you this…

untuk kedua kalinya aku berb incang dengan artis. Yup, artis, artis beneran…bukan artis maenan yang cantik and ganteng..but, the real one.

artis pertama yang aku temui..menghadiri konsernya dan berbincang serta meminta tanda tangan adalah…holland musicians…

Malam itu, teman ke kosan, waktu masih ngekos di Jogja…mendadak banget!! dan bilang apa coba..buruan siap-siap, kita nonton konser musik klasik. Setahuku konser beginian di kampus cuma digelas waktu ada twilight orchestra (yang posternya aku tempel di kamar..gara-gara nyesel ga nonton dua tahun yang lalu). Tapi kalau orchestra besar sih ada iklannya..kok ini ga ada. Ternyata, di Kampus KU sedang ada kegiatan pencerahan mahasiswa melalui konser musik klasik…hehe…seru juga.

Akhirnya, kamipun pergi ke FKU. Kebetulan kampus FKU dengan kosku di Pogung tidak begitu jauh, so..kita jalan kaki deh. Sampai di sana…busett, tanpa publikasi aja yang nonotn berjibun di auditorium FKU. Hanya dengan bermodal Rp5000, kita sudah dapat menikmati booklet pertunjunkkan, dan tentu saja pertunjukkannya yang keren…Ada 5 musisi instrument yang tampil malam itu, Hobo (Semacam alat musik tiup), violin, dkk, cello…nice…

The most wonderful thing adalah, di bagian akhir dai konser ini, musisi ini membebeaskan para penonton untuk berinteraksi dengan mereka…dan Sikat…aku mencoba berhaha hihihi…dan meminta tanda tangan serta alamat email…basi..but…nice experience Bo!!!

Lalu, kemaren di nikahan temanku…ada artis juga….TOPO DADE…hehe…sebenanrya aku ga ngefans banget..cuma excited aja ada artis dengan suara sekeren itu…Topo Dade…namun yang sadar kayanya cuma kita-kita..hehe…so…kita foto-foto deh…sama artis ini.

Oke deh…segini saja ceritanya…btw, buat Lenggo dan Suami, selamat ya…

hehe…ketemu sama Hatta Rajasa, yang datang telat dan tergopoh-gopoh…mungkin habis rapat PLT KPK..kok ga diajak SBY ke G-20 ya. Piss Pak :P

→ Tinggalkan KomentarKategori: serba-serbi

BLACK SWAN

September 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Black Swan…Om saya crita, katanya di manapun kamu berada, kamu harus menjadi black swan…

Apa itu black swan?

Black swan adalah sebuah filosofi yang katanya berkembang di dunia penambang minyak, tapi rasanya…filosofi ini cocok kok diaplikasikan di semua dunia.

Black swan atau angsa hitam itu tidak ada, yang ada hanyalah angsa putih dan flamenggo yang kemerah-merahan. Lalu, kalau angsa hitam itu tidak ada kenapa kita harus menjadi angsa hitam? Karena kalau angsa hitam itu ada, maka dia akan benar-benar menarik perhatian.

 

So jadilah Black Swan.

sebuah cerita dari Om Chusen

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

LINGKUNGAN

September 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hari ini otak intelektualku sedang berpikir dan ingin menelorkan sesuatu. salah satunya tulisan, jika sudah begini maka kata-kata yang muncul dan kalimat yang terbentuk adalah kalimat yang sanagt formal, yang kalau dibaca ulang rasanya…fiuhh..melelahkan. Tapi bolehkan aku menulis, mumpung inspirasiku lagi meluap-luap.

Lingkungan…judul ini, merujuk dari tulisan sebelumnya yang bersambung…dulu, waktu aku mau masuk SMP, ada banyak pilihan SMP bisa aku ambil salah satunya SMP favorit di kotaku..namun, yang dikatakan ibuku adalah…tidak, kamu harus masuk MTs , dengan pertimbangan…lingkungan.

Lingkungan akan membentuk seseorang, ketika kita berada pada lingkungan yang baik, maka baiklah kita, sama halnya dengan perumpamaan yang mengatakan bahwa jika kamu ingin melihat baik buruknya seseorang, maka lihatlah siapa temannya. Nah..loe…bener kan.

Begitu juga dengan yang terjadi pada PNS mangkir tadi.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar, tapi boleh lho kita memiliki keteguhan yang luar biasa untuk mendobrak lingkungan yang tidak baik. Sampaikan kebaikan selalu.

→ Tinggalkan KomentarKategori: RENUNGAN

Sudah Lama Tidak Menulis–Menikmati Hidup Berbeda dengan Bermalasan

September 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sudah lama tak menulis…seperti kehilangan inspirasi…hehe…padahal tidak seperti ini, yang terjadi adalah…aku terlalu berleha-leha, tidak mengoptimalkan otak dan kemampuan untuk melakukan hal yang lain, termasuk menulis.

Menikmati hidup sangat berbeda dengan bermalas-malasan. Menikmati hidup dapat dilakukan bila kita sudah melakukan kerja keras dan mendapatkan hasil yang memuaskan, sedangkan bermalas-malasan…hehe…rasanya tidak perlu didefinisikan semua orang tahu. Tapi boleh tidak jika aku mendefinisikannya dengan menganalogikannya dengan perasaan bersalah ketika mencuri. Jika kita bermalasan, ada tidak sebuah perasaan bersalah? Nah, untuk menutupi perasaan bersalah itu..lantas dibuatlah pernyataan …aku sedang menikmati hidup.

Jadi geli melihat berita di TV kemarin..PNS mangkir…plus, Walikota Padang yang marah-marah..hihi…mengecewakan, ada atraksi si PNS ga bisa pakai outliner..fiuhh…secara mereka setiap hari bekerja dengan alat-alat ini..mungkin karena mereka grogi dimarahin. Budaya PNS mangkir ini sepanjang hari bisa dilihat, sebenanrya bukan hanya PNS yang mangkir yang harus disorot, banyak kok karyawan di tempat lain seperti itu…termasuk yang aku lakukan saat ini, karena memang pekerjaan belum ada…nah, kalau sudah dalam kondisi seperti ini, muncullah apa yang disebut “mengayem-ayemi” diri sendiri…sedang menikmati hidup, karena kalau pekerjaan pas ada…gila..sibuk bener.

Menyikapi hal tersebut, ada pepatah yang mengatakan, kembalikan segala sesuatunya pada hati, karna hati adalah cermin. Tapi tunggu dulu, yang bisa menjadi cermin adalah hati yang seperti apa? itu yang perlu ditanyakan…dan apakah perlu dijawab?

mm…mungkin waktu pertama kali ngeles, takut-takut, tapi karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama,,,hilanglah rasa takut itu…so..apakah lingkungan menjadi pemicunya? lalu bagaimana dengan black swan? 

 

Aku tulis di cerita selanjutnya saja ya…

→ Tinggalkan KomentarKategori: RENUNGAN

pensil

Februari 12, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

PENSIL
Saya hanya ingin menggunakan satu kata itu sebagai judul. Pensil…dan saya akan melanjutkannya dnegan “pensil si ajaib”.
JIka kau tahu sesuatu….sesuatu yang menyangkut hal besar, yakni luar angkasa, NASA, pesawat ulang-alik, tanpa gravitasi, penelitian tingkat tinggi….namun jawabannya adalah sesuatu yang sangat simple dan sederhana…PENSIL.
Pada awal penerbangan manusia ke luar angkasa pertama kali, hal yang akan dilakukan adalah penelitian. Dalam penelitian mendasar apapun, hal yang harus dilakukan adalah mencatat. Mencatat yang paling mudah adalah dengan tulisan tangan. Hal mnengejutkan didapatkan para astronot, pulpen dan ballpoint mereka macet, tidak keluar tintanya dan tidak dapat digunakan untuk menulis. Berita ini cukup menghebohkan sehingga peneliti Nasa kemudian mencari alat tulis yang paling sesuai untuk pesawat luar angkasa.
Ball point tidak dapat keluar tintanya karena tidak ada tekanan, sistem kerja ballpoint adalah, harus dalam posisi tegak lurus sehingga tekanan yang diberikan memadai dan tinta pun keluar. Jika di tempat tanpa gravitasi, tidak ada tekanan sehingga tinta ballpoint pun tidak keluar.
Setelah meneliti cukup lama, barulah terpikirkan untuk memakai pensil…..ya, karena pensil jelas-jelas berupa benda padat yang dapat digunakan untuk menggores dengan mudah… PENSIL

→ Tinggalkan KomentarKategori: serba-serbi

PLAWAN

Januari 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

PLAWAN, Sebuah Karya Nyata dengan Konsep Kemandirian Masyarakat Menuju Pembangunan Berkelanjutan. Plawan adalah nama luweng/mulut gua vertikal di Desa Giricahyo, Kecamtan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Di bawah luweng ini mengalir sungai bawah tanah pada kedalaman 107 m dari mulut gua. Air sungai ini mengalir sepanjang tahun dengan debit pada musim hujan 200L/detik dan saat musim kemarau 30-40L/detik (dokumen Acintyacunyata Speleological Club dan telah dicek ulang oleh Waterplant Community). Kondisi air secara fisik dan kimia adalah baik, untuk kondisi biologi ditemukan adanya bakteri coli yang dapat dimusnahkan dengan perebusan air yang sempurna sebelum dikonsumsi. Kekayaan bawah tanah ini ternyata tidak dapat dinikmati oleh masyarakat desa karena setiap musim kemarau mereka masih mengalami kekurangan air. Gunung Kidul dengan batuan karst menjadikan air hujan yang turun setiap musim hujan tidak dapat disimpan dalam tanah. Air hujan langsung lolos menuju sungai-sungai bawah tanah yang dalam namun di antara ruas sungai ini biasanya terdapat lubang yang dikenal sebagai gua atau luweng untuk mencapai sungai tersebut. Selama ini masyarakat mencukupi kebutuhan air dengan menampung air hujan dalam bak Penampungan Air Hujan (PAH) (yang akan menjadi persediaan air di musim kemarau) atau mengambil air telaga (yang dasar telaganya kedap air sehingga saat musim hujan telaga terisi air penuh dan dapat dimanfaatkan saat musim kemarau), namun di detik-detik terakhir musim kemarau, kekurangan air sangat menghimpit dan satu-satunya cara yang dilakukan adalah membeli air tangki dari pihak swasta. Dalam kondisi semacam ini bantuan drop air dari pemerintah juga selalu tiba, namun juga selalu kurang. Masyarakat desa Giricahyo sudah sangat familier dengan keadaan ini, namun lagu lama ini tidak boleh berlarut-larut dibiarkan, toh potensi air sebenarnya dimiliki desa ini. Jika dibiarkan berlarut-larut maka masyarakat tidak akan berkembang dan hanya bekerja keras di musim hujan untuk hidup di musim kemarau, di sisi lain pemerintah juga akan selalu memiliki pekerjaan rumah besar tiap tahun untuk memberikan bantuan. Perubahan harus dilakukan. Ada beberapa opsi untuk perubahan, opsi pertama; memberikan bantuan PAH yang cukup kepada masyarakat, opsi kedua; memberikan bantuan air setiap musim kemarau, opsi ketiga; melakukan pengangkatan air gua plawan. Dari ketiga opsi di atas masyarakat memandang bahwa pengangkatan air gua plawan merupakan opsi terbaik, karena air yang mengalir deras tentu dapat memenuhi kebutuhan air seluruh masyarakat desa. Ide pengangkatan air tidak dapat serta merta diwujudkan dan ditangani dengan cara-cara konvensional. Diperlukan banyak pendekatan untuk mewujudkannya. Pendekatan pertama adalah pendekatan teknis; apakah air sungai dengan debit 30-40L/detik dapat mencukupi kebutuhan penduduk satu desa, infrastruktur apa yang harus dibagun untuk mengalirkan air ini, dan yang paling penting adalah energi pengangkatan yang akan digunakan. Pendekatan kedua adalah pendekatan nonteknis, membahas siapa yang akan mendanai pembangunannya, diperlukan kerja sama antarsiapa, dan siapa yang akan merawat instalasi ini hingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat selama-lamanya. Pendekatan ketiga adalah aspek lingkungan yang harus dijaga ketika sumber air diambil oleh masyarakat. Aspek-aspek inilah yang kemudian mengerucut kepada keinginan memandirikan masyarakat Desa Giricahyo pascapembangunan instalasi dengan rentang waktu panjang dan jika terjadi kerusakan terhadap sistem ataupun infrastrukturnya masyarakat dapat memperbaiki. Pendekatan terhadap aspek teknis diwujudkan dalam infrastruktur inovatif namun memiliki teknologi yang ramah terhadap pendidikan, kehidupan, dan ekonomi masyarakat desa. Artinya, teknologi ini mudah dipahami dan dioperasikan masyarakat desa yang sesuai dengan tingkat pendidikan mereka dan tidak memberatkan dari sisi ekonomi. Dengan pertimbangan ini maka diputuskanlah untuk menggunakan teknologi energi surya sebagai energi utama pengangkatan. Secara teknis energi ini sangat ramah lingkungan karena tidak memakan bahan bakar minyak dan memanfaatkan sumber energi matahari secara optimal. Secara geografis letak Plawan di atas bukit sangat memungkinkan sel surya dibangun karena di lokasi ini matahari sangat melimpah. Pendekatan terhadap aspek kedua diwujudkan dengan menjalin kerja sama antara masyarakat Desa Giricahyo sebagai subyek dan obyek pembangunan, pemerintah Kabupaten Gunung Kidul sebagai pemberi dana, mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai mediator dan pelaksana di lapangan mendampingi masyarakat. Dalam perkembangannya cakupan stakeholder yang bekerja sama menjadi lebar meliputi Departemen Pekerjaan Umum yang mendanai pengadaan sel surya dan PT. Wijaya Karya Intrade yang menyediakan jasa pengadaan sel surya tersebut, serta berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Selain itu juga dibentuk suatu badan yang akan dilatih untuk dapat mengelola infrastruktur yang dibangun. Badan yang dibentuk adalah badan serupa PDAM dengan semangat paguyuban ala pedesaan. Badan ini diberi nama OKAM (Organisasi Kelola Air Mandiri) yang beranggotakan warga desa Giricahyo. OKAM berdiri dan dilatih dengan ketrampilan yang diperlukan sebuah organisasi profesional untuk mengelola suatu investasi. Mereka terlibat aktif dalam pembangunan hingga pengoperasian. OKAM ini juga akan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan di sekitar luweng dengan tetap menjaga kehijuannya dan tetap menjadikannya sebagai daerah lolos air, penyuplai air di sungai bawah tanah. Pada tahun 2006 langkah-langkah mewujudkan konsep-konsep di atas mulai dilaksanakan dengan penerjunan mahasiswa UGM dalam wadah Kuliah Kerja Nyata dan pendekatan nonteknis berupa pembentukan OKAM yang telah memiliki dasar hukum pendirian (termaktub dalam keputusan desa) dan telah mendapatkan berbagai latihan organisasi dan bergabung dalam pertemuan dengan stakeholder lain serta aktif saat proses pembangunan berjalan. Dalam rentang 2006-2008 awal dilakukan pembangunan instalasi dan infrastruktur pengangkatan air. Alhasil di Desa Giricahyo telah berdiri instalasi sel surya dan pengangkatan air beserta kelengkapananya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Inilah satu contoh aplikasi konsep pembangunan berkelanjutan yang memanfaatkan potensi bumi dengan ilmu, teknologi, dan kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi lokal ditanggapi dengan kearifan lokal untuk memecahkan masalah, yang menuntut sikap proaktif masyarakat yang ingin mandiri dan sejahtera serta inisiatif pihak yang akan membantu. Konsep ini sangat tepat diterapkan untuk memecahkan berbagai masalah serupa yang masih dihadapi oleh sebagaian masyarakat Indonesia. (sumber: waterplant community (www.airguaplawan.net)).

 

tulisan ini pernah iseng diikutkan lomba…gak menang tapi…

dengan tulisan ini, namaku jadi muncul di internet…coba googling “zulaikha budi astuti” nanti akan ketemu nama saya di deret paling bawah, sebagai partisipan (kan nama saya dimulai dari “Z)….jadi bertekad, setiap tahun harus ada tulisan yang dipublikasukan…hehehe….

menulis juga harus disiplin

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

jakarta..oh…jakarta

Januari 28, 2009 · 1 Komentar

Melihat kendaraan bermotor berduyun-duyun mengisi ruagn kosong di jalanan Jakarta, ingatanku kemabali melayang pada waktu pertama kali aku ke Jakarta. Waktu itu aku masih kecil, melihat jalanan Jakarta yang super duper macet, akupun bersumpah, tidak akan tinggal di Jakarta….kemudian ingatanku kembali pada sosok Dana, yang menceritakan kehidupa Jakarta, bahwa di Jakarta yang dipertaruhkan bukan lagi jarak melainkan waktu…kenapa? Karena yang bisa jadi jaraknya hanya pendek, namun harus ditempuh dalam waktu berjam-jam karena MACET.

Namun apalah diriku hari ini?? Aku menjadi korban sekaligus tersengka pelaku kemacetan!!!!

Sekali lagi aku berpikir…mengapa tiba-tiba manusia menjadi banyak, membutuhkan pekerjaan, namun kadang meminta pekerjaan yang nyante..ataukah..memang demikian, ataukah mutu manusia sudah berkurang?? Perumpamaannya jika dulu pekerjaan A hanya perlu dikerjakan oleh satu orang, saat ini pekerjaan A ini harus dikerjakan oleh lima orang, sehingga pekerjaan ini hanya menjadi A/5.

Atau bisa jadi waktu menjaid semakin pendek, sehingga memang harus dibagi-bagi??

 

Analisisku masih sangat dangkal, mohon dilengkapi.

→ 1 CommentKategori: Uncategorized

MAKAN

Januari 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Orang Eropa dan Amerika menjadikan daging, susu, telor, keju sebagai makanan pokok. Makanan-makanan ini secara tidak langsung merubah tabiat mereka. Menjadi lebih hangat dan panas dan tentu saja mempengaruhi tingkat emosi. Melihat hal ini masyarakat Hindu dan Budha, melakukan suatu gebrakan…VEGETARIAN. Konon, veggie merupakan langkah terbaik untuk menajdi manusia revolusionir, tapi ternyata menjadi vegi murni juga banyak kendalanya….dan ada efek negatifnya… Dalam Islam, makanlah ketika kamu lapar, dan berhentilah makan sebelum kamu kenyang. Begitu perintah rasulullah. Intinya adalah tidak berlebih-lebihan. Islam menganjurkan makan sayur dan Islam membolehkan makan daging, bukankah ada masa kurban saat kita diperintahkan untuk bersedekah daging dan memakan sedikit?? Perintah ini mengindikasikan bahwa setahun sekali muslim, fakir miskin dapat menikmati hidangan lezat, yaitu daging kurban. Jika ada komentar, tidak setuju, dll..dipersilahkan

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

MINYAK TAWON

Januari 28, 2009 · & Komentar

 

Minyak tawon adalah minyak yang cukup melegenda di lingkungan keluargaku. Minyak ampuh yang bisa mengobati banyak penyakit. Dari pegel-pegel sampai sariawan, pokoknya Mantap!!

Minyak ini tidak begitu panas. Rasanya hanya hangat namun berkhasiat, mungkin karena ramuan jamu yang ada di dalamnya. SAya sendiri termasuk orang yang gampang capek, namun jika siang saya jalan jauh dan malamnya “diblonyo” dengan minyak tawon, tidur pulas dan keesokan paginya, tidak bakalan terasa capek. Waktu survey lapangan minyak tawon menjadi senjata ampuh penghancur asam laktat plus obat nyamuk karena kandungan ‘sereh’ nya.

Minyak tawon sebenarnya bernama “Minyak Cap Tawon”, tapi karena lebih mudah menyebutnya dengan dua kata, jadilah nama “Minyak Tawon”.

Ini bukan iklan, namun sekedar bercerita tentang minyak legenda ini.

→ 2 CommentsKategori: obat tradisional